Pusat Data dan Sistem...

Pusat data kini menjadi bagian dari infrastruktur strategis yang perlu dilindungi dalam sistem pertahanan negara.

Broto Wardoyo: Profesionalisme Militer...

Profesionalisme militer tidak identik dengan pembatasan seluruh aktivitas militer hanya pada operasi pertahanan konvensional.

Nezar Patria Dukung Penyebarluasan...

Nezar Patria menilai penyebarluasan data konservasi penting untuk memperkuat kesadaran publik terhadap lingkungan.

Konservasi Megamendung Didorong Melampaui...

Konservasi Megamendung didorong menjadi gerakan lintas generasi yang terus berkembang melalui dukungan Paseban Foundation.
HomeBeritaBadan Geologi: Waspadai...

Badan Geologi: Waspadai Gas Beracun Blue Fire Papandayan

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengingatkan pengunjung dan pengelola kawasan wisata agar mewaspadai paparan gas vulkanik berbahaya setelah fenomena blue fire muncul di Kawah Manuk, Kompleks Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Peringatan itu disampaikan meski tingkat aktivitas Gunung Papandayan masih berada pada Level I atau Normal.

Fenomena berupa pendaran api biru tersebut teramati sejak dini hari 24 September 2026 di titik manifestasi panas baru di Kawah Manuk. Kepala Badan Geologi Lana Saria menjelaskan, kemunculan cahaya itu dipicu pelepasan energi panas yang cukup tinggi. Energi tersebut membakar material di permukaan dan meninggalkan serbuk abu sebagai sisa pembakaran.

Pendaran Padam, Gas Vulkanik Masih Intensif

Berdasarkan pemantauan hingga 26 September 2026, pendaran api biru di lokasi itu telah padam. Pengukuran rasio gas di Kawah Mas juga tidak menunjukkan perubahan signifikan pada sistem hidrotermal bawah permukaan.

Namun, kondisi tersebut tidak berarti kawasan sudah sepenuhnya aman. Badan Geologi melaporkan pelepasan gas vulkanik berbahaya masih berlangsung intensif di sekitar lokasi manifestasi. Bau sulfur yang menyengat bahkan masih tercium mengikuti arah angin.

“Meskipun aktivitas termal menurun, kondisi gas di sekitar lokasi masih menunjukkan pelepasan gas vulkanik yang signifikan. Bau sulfur yang menyengat masih tercium pada arah angin dari lokasi manifestasi, sehingga keberadaan gas di sekitar lokasi masih berpotensi berdampak pada kesehatan apabila terpapar secara langsung,” kata Lana dalam laporan evaluasi Badan Geologi.

Potensi bahaya itu menjadi perhatian khusus karena lokasi kemunculan blue fire kali ini berada sangat dekat dengan jalur pendakian utama dan area perkemahan wisatawan. Kedekatan dengan dua area tersebut membuat kewaspadaan pengunjung dan pengelola perlu ditingkatkan, terutama terhadap perubahan konsentrasi gas yang dapat terjadi di sekitar kawah.

Fenomena Langka di Dekat Jalur Pendakian

Badan Geologi menyebut blue fire di Gunung Papandayan sebagai fenomena alam yang sangat langka. Sebelumnya, kejadian serupa tercatat dua kali di dinding kawah baru, yakni pada 22 Februari 2023 dan 12 Juli 2025. Fenomena yang identik juga dikenal pernah muncul di Gunung Ijen, Jawa Timur.

Untuk keselamatan, Badan Geologi menerbitkan rekomendasi bagi pengunjung dan pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan. Pengunjung dilarang beraktivitas maupun menginap di kawasan bukaan kawah aktif—meliputi Kawah Baru, Kawah Emas, Kawah Nangklak, serta Kawah Manuk atau Balagadama—dalam radius 500 meter.

Larangan tersebut terutama harus diperhatikan ketika cuaca mendung atau hujan. Pengunjung juga diminta mewaspadai konsentrasi gas beracun yang dapat meningkat secara mendadak dan bergerak mengikuti arah angin.

Source link

Semua Berita

Cerita Korban Investasi Emas, Rugi Miliaran Seret JC dan KL

Sebanyak 86 orang melaporkan dugaan penipuan investasi emas dan perak yang menyeret PT Divine Gems and Jewellery ke Bareskrim Polri pada Jumat (9/10/2026). Para pelapor memperkirakan total kerugian dalam perkara tersebut mencapai Rp25 miliar. Dalam laporan itu, tiga influencer...

Kronologi Rumah Dinas TNI Jadi Markas Judol, KSAD Buka Suara

Rumah dinas TNI AD di Kompleks KPAD Cijantung, Jakarta Timur, digerebek setelah warga mencurigai aktivitas di dalamnya. Dari lokasi tersebut, Polisi Militer Kodam (Pomdam) Jaya mengamankan 11 warga sipil dan menyita 32 unit komputer yang diduga digunakan untuk operasional...

CCTV Ungkap Istri Polisi di Surabaya Diduga Ambil Rp4,5 Juta

Rekaman CCTV penarikan uang senilai Rp4,5 juta mengubah arah laporan dugaan pencurian kartu ATM di Surabaya. A (23), yang semula menaruh curiga kepada temannya, RDS, kini melaporkan YCAF (32) setelah sosok dalam rekaman disebut memiliki ciri yang identik dengan...

Kategori Berita