Pusat Data dan Sistem...

Pusat data kini menjadi bagian dari infrastruktur strategis yang perlu dilindungi dalam sistem pertahanan negara.

Broto Wardoyo: Profesionalisme Militer...

Profesionalisme militer tidak identik dengan pembatasan seluruh aktivitas militer hanya pada operasi pertahanan konvensional.

Nezar Patria Dukung Penyebarluasan...

Nezar Patria menilai penyebarluasan data konservasi penting untuk memperkuat kesadaran publik terhadap lingkungan.

Konservasi Megamendung Didorong Melampaui...

Konservasi Megamendung didorong menjadi gerakan lintas generasi yang terus berkembang melalui dukungan Paseban Foundation.
HomePolitikKeuntungan dan Kerugian...

Keuntungan dan Kerugian PDI-P Berada di Barisan Oposisi


Manuver Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak Partai Demokrat menjadi bagian dari koalisi parpol pendukung pemerintah diprediksi bakal mempertebal tekad PDI-Perjuangan (PDI-P) untuk berkubu di barisan oposisi. Jokowi dinilai kian menyudutkan posisi Ketum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

“Situasi saat ini cenderung akan membawa PDI-P oposisi. Megawati akan sulit bersama dengan Jokowi, Prabowo dan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono). Relasi personal yang buruk itu akan membawa PDI-P berseberangan dengan mereka,” ucap Direktur Eksekutif Indonesian Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah kepada Alinea.id, Senin (26/2).

Jokowi resmi melantik Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Istana Negara, Jakarta Pusat, pekan lalu. AHY menggantikan Hadi Tjahjanto yang digeser posisinya menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam).

Pada pilpres kali ini, Demokrat turut mengusung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka (Prabowo-Gibran), pasangan yang di-endorse Jokowi di belakang layar. Analis menganggap langkah itu diambil Jokowi sebagai balas jasa atas dukungan Demokrat terhadap Prabowo-Gibran dan upaya mencegah hak angket kecurangan pemilu bergulir di DPR.

Masuknya Demokrat di pengujung pemerintahan Jokowi potensial bikin PDI-P semakin tak nyaman. Di tingkat nasional, PDI-P tak pernah berada dalam satu koalisi dengan Demokrat. Sejak Pilpres 2004, Megawati dan SBY tak pernah akur.

Dedi menilai PDI-P bakal lebih untung jika berada di kubu oposisi pada era pemerintahan Prabowo-Gibran nanti. PDI-P punya rekam jejak yang apik menjadi oposisi selama dua periode pemerintah SBY. Di luar efek elektabilitas Jokowi, citra oposisi yang trengginas di DPR itu membuat PDI-P banjir simpati publik dari pemilu ke pemilu.

“Publik melihat bagaimana PDI-P jauh lebih lantang dibanding oposisi pada periode Jokowi sehingga, menurut saya, akan lebih mudah bagi PDI-P untuk menarik simpati publik yang sebagian hilang di Pemilu 2024,” ucap Dedi.

Eksistensi PDI-P sebagai oposisi, lanjut Dedi, penting untuk menjaga keseimbangan di parlemen. Apalagi, parpol-parpol lain yang jagoannya kalah di Pilpres 2024–NasDem, PKB, PKS, dan PPP–masih belum berani menunjukkan sikap tegas.

Source link

Semua Berita

Tragedi Tewasnya 3 Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya: Fakta dan Fokus Investigasi

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya Tewas Diserang Kelompok Bersenjata Sebuah tragedi menimpa tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, yang tewas setelah diserang kelompok bersenjata pada Rabu, 9 September 2026. Mereka tengah dalam perjalanan untuk menyalurkan bantuan ternak kepada...

Spesifikasi KRI Gajah Mada: Kapal Induk Baru TNI AL dari Italia

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Akan Menjadi KRI Gajah Mada Jakarta - Kapal induk Giuseppe Garibaldi mulai berlayar dari Italia menuju Indonesia dan dijadwalkan menjadi kapal induk pertama yang dimiliki TNI Angkatan Laut. Kapal tersebut diperkirakan akan tiba di Indonesia sekitar...

Panduan lengkap IKD dan cara membuatnya

Apa Itu Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan Bagaimana Cara Membuatnya? Identitas Kependudukan Digital atau IKD telah menjadi bagian penting dari transformasi administrasi kependudukan di Indonesia. Layanan ini memungkinkan akses identitas kependudukan secara digital melalui telepon seluler. Berikut penjelasan lebih lanjut...

Kategori Berita