Monday, December 15, 2025

KPK Panggil Zarof Ricar:...

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil terpidana kasus pemufakatan jahat dalam penanganan perkara terpidana...

Tips Mengatur Waktu Bermain...

Anak-anak yang bermain gadget perlu dibatasi, untuk itu Indonesia berencana membatasi penggunaan media...

Licin! Resbob Berpindah Lokasi,...

Polda Jawa Barat (Jabar) sedang menyelidiki video viral yang diduga memuat penghinaan terhadap...

Cristiano Ronaldo Bintang Fast...

Vin Diesel mengklaim bahwa Cristiano Ronaldo akan berperan dalam sekuel terakhir film Fast...
HomePolitikRay Rangkuti mengingatkan...

Ray Rangkuti mengingatkan bahwa proses angket bisa terhenti

Alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta itu, menambahkan, secara administratif PDIP, Nasdem, dan PKB itu, masih bagian koalisi pemerintah. “Itu koalisi administratif. Tetapi secara faktual tidak. Makanya, mereka mendorong hak angket,” tegas dia.

Menurut Ray, PDIP, Nasdem, dan PKB sudah merasa bukan bagian pemerintah. Lantas bagaimana dengan nasib para menteri partai-partai tersebut di kabinet Pemerintahan Jokowi? “Itu terserah Presiden Jokowi. Kalau mau presiden bisa melakukan reshuffle mereka. Kenapa bukan partai yang menarik menterinya? Itu sama saja seperti Jokowi tidak mengembalikan KTA ke PDIP. Padahal, tak mendukung pasangan dari PDIP. Politik di Indonesia, ya begitu,” ucap dia.

Di mana-mana di dunia, lanjut Ray, pihak yang kalah yang menuntut keadilan. Sehingga di Indonesia, dibentuklah Bawaslu dan MK. “Lucunya yang membentuk pengadilan itu pihak yang menang, karena itulah perlunya didorong hak angket,” tegasnya.

Adapun pertemuan Jokowi-Surya Paloh pada 18 Februari, dapat dinilai sebagai langkah untuk memadamkan ide Hak Angket di DPR. Sebab, jika Surya Paloh tidak mendukung, maka kekuatan pendukung hak angket dari partai-partai pendukung calon presiden (capres) 01 dan 03 akan kehilangan momentum. Ini berisiko membuat gerakan di DPR menjadi prematur.

Ray menilai, langkah tersebut perlu dicegah. Atas dasar itu, ia menyarankan agar segera diadakan pertemuan antara pimpinan partai-partai Koalisi 01 dan 03 untuk membicarakan hak angket Pemilu 2024.

“Sebab, ide tersebut sudah mulai dibahas pimpinan Koalisi 01. Tampaknya PDIP masih melakukan konsolidasi pasca pilpres, sambil menunggu pengumuman hasil final perhitungan suara oleh KPU,” ungkap dia.

Oleh sebab itu, lanjut Ray, pimpinan partai Koalisi 01 perlu segera mengajak PDIP dan PPP dari Koalisi 02 untuk menggulirkan ide hak angket secara bersama. Agar proses pelaksanaan pileg dan pilpres bersih dari pelanggaran konstitusi dan etika, dua hal yang merupakan agenda utama era reformasi.

Source link

Semua Berita

Rangkuman Lawatan Ratu Máxima di Indonesia: Memperkuat Hubungan Diplomatik

Ratu Máxima telah menyelesaikan kunjungan kerjanya ke Indonesia yang berlangsung selama empat hari, dimulai dari Senin hingga Kamis (24-27 November 2025). Selama kunjungannya, ia bertindak sebagai United Nation Secretary-General’s Special Advocate (UNSGSA) for Financial Health, bukan sebagai Ratu Belanda....

Profil Istri Wiranto: Mengenal Rugaiya Usman

Keluarga Jenderal (Purn) TNI Wiranto tengah berduka atas kepergian istri tercinta, Rugaiya Usman, yang meninggal dunia pada Minggu (16/11) pukul 15.55 WIB di Bandung, Jawa Barat. Rugaiya telah menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, namun kondisinya tidak...

Perjuangan Zainal Abidin Syah untuk Irian Barat: NKRI Terbaik

Presiden RI Prabowo Subianto baru saja menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh pada peringatan Hari Pahlawan 2025 di Istana Negara, Jakarta. Penganugerahan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Salah...

Kategori Berita