Broto Wardoyo: Profesionalisme Militer...

Profesionalisme militer tidak identik dengan pembatasan seluruh aktivitas militer hanya pada operasi pertahanan konvensional.

Nezar Patria Dukung Penyebarluasan...

Nezar Patria menilai penyebarluasan data konservasi penting untuk memperkuat kesadaran publik terhadap lingkungan.

Konservasi Megamendung Didorong Melampaui...

Konservasi Megamendung didorong menjadi gerakan lintas generasi yang terus berkembang melalui dukungan Paseban Foundation.

Paseban Foundation Tunjukkan Kemajuan...

Paseban Foundation menunjukkan kemajuan nyata dalam pemulihan bentang alam dan perlindungan keanekaragaman hayati.
HomePolitikMengapa Partai Ka'bah...

Mengapa Partai Ka’bah Gagal pada Pemilihan Legislatif 2024?

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) gagal melenggang ke Senayan untuk pertama kalinya sejak 1973. Pasalnya, partai tersebut hanya berhasil meraih 5.878.777 suara (3,8%) pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024, sedangkan ambang batas parlemen sebesar 4%.

Beberapa calon legislatif (caleg) PPP juga kehilangan kursi di Senayan dan beralih ke partai lain. Contohnya, tiga kursi yang dimenangkan PPP di daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur (Jatim) III, Jatim VIII, dan Jatim XI dialihkan ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Anggota Mahkamah DPP PPP, Abdullah Mansyur, menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan evaluasi terkait hasil Pemilu 2024. “Pasti akan ada evaluasi nantinya,” ujarnya kepada Alinea.id pada Kamis (21/3).

Partai Ka’bah juga berencana untuk mengajukan gugatan terkait hasil pileg ke Mahkamah Konstitusi (MK), meskipun peluangnya kecil. Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017, perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) harus diajukan ke MK maksimal 3 x 24 jam setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan hasil suara dan MK punya waktu 14 hari untuk menyelesaikan proses perkara.

Perlu dilakukan intropeksi, Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menyarankan agar PPP melakukan introspeksi. Ada beberapa hal yang perlu dievaluasi, seperti regenerasi, sumber daya yang didominasi oleh wajah lama, dan ketidaksolidan internal.

Menurutnya, dukungan PPP terhadap Ganjar Pranowo-Mahfud MD dalam Pilpres 2024 juga tidak menguntungkan. “Basis pemilih cenderung mendukung Anies maupun Prabowo,” ujarnya kepada Alinea.id.

Arifki juga mengingatkan bahwa evaluasi tersebut penting dilakukan mengingat kesempatan untuk masuk ke parlemen pada 2029 akan sulit. Contoh yang diberikan adalah Hanura yang kembali gagal mendapatkan kursi di DPR pada 2024 karena tidak bisa mencapai ambang batas sejak 2019.

Source link

Semua Berita

Spesifikasi KRI Gajah Mada: Kapal Induk Baru TNI AL dari Italia

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Akan Menjadi KRI Gajah Mada Jakarta - Kapal induk Giuseppe Garibaldi mulai berlayar dari Italia menuju Indonesia dan dijadwalkan menjadi kapal induk pertama yang dimiliki TNI Angkatan Laut. Kapal tersebut diperkirakan akan tiba di Indonesia sekitar...

Panduan lengkap IKD dan cara membuatnya

Apa Itu Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan Bagaimana Cara Membuatnya? Identitas Kependudukan Digital atau IKD telah menjadi bagian penting dari transformasi administrasi kependudukan di Indonesia. Layanan ini memungkinkan akses identitas kependudukan secara digital melalui telepon seluler. Berikut penjelasan lebih lanjut...

Mengenal Sayuti Melik: Pengetik Teks Proklamasi

Sayuti Melik: Sosok di Balik Pengetik Teks Proklamasi Sayuti Melik, tokoh penting dalam sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, lahir di Sleman, Yogyakarta, pada 22 November 1908. Aktif dalam kegiatan politik dan jurnalistik sejak muda, Sayuti Melik dikenal sebagai aktivis nasionalis yang...

Kategori Berita