Thursday, January 15, 2026

Pipa Gas PT TGI...

Telah terjadi kebocoran pipa gas milik PT Trans Gas Indonesia (TGI) di Dusun...

Pamer Cincin Kawin Rully...

Rully Anggi Akbar dengan tegas membantah rumor yang menyebut bahwa dia dan istrinya,...

Lima Orang Dilaporkan ke...

Dugaan penyerobotan lahan sawit berskala besar mencuat di Kabupaten Kampar, Riau. Lima orang...

Makanan Rawan Mikroplastik yang...

Mikroplastik, sebagian besar dikenal hadir dalam makanan laut, namun penelitian menunjukkan bahwa mereka...
HomePolitikMisi sulit mewujudkan...

Misi sulit mewujudkan koalisi dalam pilkada dengan suasana pilpres

Wacana untuk mengaplikasikan kerjasama politik yang terjadi pada Pilpres 2024 ke Pilkada Serentak 2024 telah diutarakan oleh para politikus yang mendukung pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) dan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka (Prabowo-Gibran). Pemetaan politik di tingkat daerah sudah dimulai untuk mewujudkan rencana tersebut. Para kandidat juga sudah mulai dipertimbangkan.

Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Hermawi Taslim, dengan tegas menyatakan bahwa partainya akan membawa Koalisi Perubahan hingga Pilkada Serentak yang akan dilaksanakan pada bulan November 2024. Mereka akan mendukung pasangan AMIN yang terdiri dari NasDem, PKS, dan PKB.

Di kubu Prabowo-Gibran, Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno juga mengungkapkan rencana serupa. Beberapa partai di dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) berencana untuk berkoalisi kembali dalam Pilkada Serentak 2024, termasuk Gerindra, Golkar, Demokrat, dan PAN. Pasangan Prabowo-Gibran juga didukung oleh lima partai nonparlemen, yaitu PSI, PBB, Gelora, Garuda, dan Prima.

Kunto Adi Wibowo, Kepala Pusat Studi Komunikasi, Media, dan Budaya Universitas Padjadjaran, berpendapat bahwa rencana elite parpol untuk membentuk koalisi dalam Pilkada 2024 adalah hal yang wajar. Namun, dia menilai bahwa membangun koalisi permanen untuk menghadapi Pilkada 2024 akan sulit terwujud karena perbedaan dinamika antara politik nasional dan politik daerah.

Menurut Kunto, meskipun para partai berkoalisi untuk menghadapi Pilkada Serentak yang jumlahnya sangat banyak, namun kemungkinan akan terjadi perbedaan koalisi di tingkat kabupaten atau kota. Hal ini disebabkan oleh dinamika politik yang berbeda-beda di setiap daerah.

Source link

Semua Berita

Rangkuman Lawatan Ratu Máxima di Indonesia: Memperkuat Hubungan Diplomatik

Ratu Máxima telah menyelesaikan kunjungan kerjanya ke Indonesia yang berlangsung selama empat hari, dimulai dari Senin hingga Kamis (24-27 November 2025). Selama kunjungannya, ia bertindak sebagai United Nation Secretary-General’s Special Advocate (UNSGSA) for Financial Health, bukan sebagai Ratu Belanda....

Profil Istri Wiranto: Mengenal Rugaiya Usman

Keluarga Jenderal (Purn) TNI Wiranto tengah berduka atas kepergian istri tercinta, Rugaiya Usman, yang meninggal dunia pada Minggu (16/11) pukul 15.55 WIB di Bandung, Jawa Barat. Rugaiya telah menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, namun kondisinya tidak...

Perjuangan Zainal Abidin Syah untuk Irian Barat: NKRI Terbaik

Presiden RI Prabowo Subianto baru saja menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh pada peringatan Hari Pahlawan 2025 di Istana Negara, Jakarta. Penganugerahan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Salah...

Kategori Berita