Arista Montana dan Gerakan...

Arista Montana menjadi bagian dari gerakan besar menuju kemandirian pangan berbasis lokal.

Andy Utama Kembangkan Model...

Andy Utama mengembangkan model leuit modern sebagai solusi ketahanan pangan yang adaptif dan berkelanjutan.

Koperasi Desa sebagai Instrumen...

Koperasi desa menjadi alat pemerataan ekonomi yang efektif.

Wahdi Azmi: Konservasi Tanpa...

Konservasi yang terintegrasi menciptakan keseimbangan antara pelestarian dan kesejahteraan.
HomePolitikPeluang Bahlil dan...

Peluang Bahlil dan rencana drama persaingan untuk kursi Ketua Umum Gol

Perebutan kursi Ketua Umum Partai Golkar semakin memanas. Setidaknya telah ada tiga kandidat potensial yang bersaing untuk menggantikan Airlangga Hartarto sebagai ketum, yaitu Wakil Ketua Umum Golkar Bambang Soesatyo, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmitan.

Tidak menutup kemungkinan akan muncul kandidat lain menjelang batas akhir pendaftaran calon. Terlebih, telah beredar kampanye di media sosial yang mengusulkan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) dipilih sebagai Ketua Umum Golkar.

Namun, Bambang Soesatyo alias Bamsoet menyatakan bahwa saat ini hanya ada tiga kader yang hampir pasti akan maju sebagai kandidat Munas Golkar 2024 yang akan diselenggarakan pada akhir Agustus mendatang.

“Kita akan mengadakan pembicaraan dengan Pak Agus Gumiwang dan Pak Bahlil karena sejak awal kita sepakat bahwa kami bertiga akan maju bersama-sama,” ujar Bamsoet kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (14/8).

Kursi ketua umum kosong setelah Airlangga mengundurkan diri pekan lalu. Airlangga dikabarkan mundur karena tekanan dari pihak eksternal Golkar. Saat ini, Airlangga terjerat kasus dugaan korupsi terkait pemberian fasilitas ekspor CPO dan kelangkaan minyak.

Meskipun munculnya kasus ini, Airlangga dianggap sukses memimpin Golkar. Pada Pemilu Legislatif 2024, suara Golkar meningkat. Golkar berhasil mendapatkan 23.208.654 suara atau 15,28% dari total suara nasional. Sementara pada Pemilu Legislatif 2019, Golkar memperoleh 17.229.789 suara atau 12,31% dari total suara nasional.

Analis politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Bakir Ihsan, menduga bahwa perebutan kursi Ketua Umum Golkar melalui Munas mungkin hanya akan berlangsung sebagai drama atau sandiwara belaka. Pasalnya, dukungan dari DPD Golkar sudah tampak condong ke arah Bahlil.

“Bergantung pada seberapa jauh Bahlil mampu mengkonsolidasikan kekuatan yang dimilikinya untuk memastikan jalur yang lebih lancar menuju posisi Ketua Umum Golkar. Namun, sampai saat ini, dukungan yang kuat ada pada Bahlil. Agus Gumiwang, jika tidak salah, dukungannya juga mengarah pada Bahlil,” ujar Bakir kepada Alinea.id pada Kamis (15/8).

Setelah ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum Golkar, Agus sebelumnya menyatakan bahwa ia tidak berencana untuk maju sebagai kandidat dalam Munas Golkar. Tanpa memberikan rincian, Agus menyebut bahwa ada alasan pribadi yang membuatnya tidak tertarik untuk menduduki posisi ketua umum di partai berlambang pohon beringin tersebut.

Sementara itu, Bahlil disebut telah mendapatkan dukungan dari 34 DPD Golkar. Beberapa elite Golkar pun nampak setuju dengan Bahlil sebagai Ketua Umum. Salah satunya adalah Luhut Binsar Pandjaitan, yang menyatakan akan mendukung Bahlil dalam Munas Golkar. Sebelumnya, Luhut telah membela Airlangga ketika desas-desus mengenai pencopotan via munaslub muncul.

Namun, Bakir menilai bahwa peluang bagi Agus dan Bamsoet untuk maju dan memenangkan kontestasi tersebut masih terbuka lebar. Menurutnya, dinamika politik di Golkar bisa berubah dengan cepat. Semuanya tergantung pada pendekatan masing-masing kandidat terhadap setiap DPD Golkar dan pemilik suara.

“Politik itu tidak menentu. Selalu ada peluang terbuka untuk banyak kemungkinan. Sampai sekarang, dukungan yang kuat ada pada Bahlil dan lainnya, namun segala kemungkinan masih bisa terjadi. Bahlil mungkin akan menang, atau bisa juga mencari arah yang lebih memungkinkan,” ujar Bakir.

Analis politik dari Universitas Indonesia (UI), Cecep Hidayat, berpendapat bahwa Bahlil masih bisa dikalahkan, baik oleh Bamsoet maupun Agus Gumiwang. Tidak menutup kemungkinan bahwa salah satu dari dua kandidat tersebut akan didukung oleh Prabowo Subianto.

“Walaupun Bahlil telah didukung secara luas oleh Jokowi, kemungkinan bagi kandidat lain untuk mendapatkan dukungan juga tidak tertutup,” ujar Cecep kepada Alinea.id.

Menurut Cecep, Prabowo juga memiliki kepentingan dalam menetapkan kandidatnya di kursi Ketua Umum Golkar. Terlebih karena Bahlil dianggap sebagai orang kepercayaan Jokowi. Sebagai presiden terpilih, Prabowo tidak ingin terus diatur atau dipengaruhi oleh kekuatan politik Jokowi.

“Perlu diingat, dinamika politik berjalan dengan cepat. Airlangga sebelumnya tampaknya aman, namun dengan cepat terjadi dinamika yang membuatnya harus mundur,” jelasnya.

Source link

Semua Berita

Rangkuman Lawatan Ratu Máxima di Indonesia: Memperkuat Hubungan Diplomatik

Ratu Máxima telah menyelesaikan kunjungan kerjanya ke Indonesia yang berlangsung selama empat hari, dimulai dari Senin hingga Kamis (24-27 November 2025). Selama kunjungannya, ia bertindak sebagai United Nation Secretary-General’s Special Advocate (UNSGSA) for Financial Health, bukan sebagai Ratu Belanda....

Profil Istri Wiranto: Mengenal Rugaiya Usman

Keluarga Jenderal (Purn) TNI Wiranto tengah berduka atas kepergian istri tercinta, Rugaiya Usman, yang meninggal dunia pada Minggu (16/11) pukul 15.55 WIB di Bandung, Jawa Barat. Rugaiya telah menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, namun kondisinya tidak...

Perjuangan Zainal Abidin Syah untuk Irian Barat: NKRI Terbaik

Presiden RI Prabowo Subianto baru saja menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh pada peringatan Hari Pahlawan 2025 di Istana Negara, Jakarta. Penganugerahan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Salah...

Kategori Berita