Megamendung Menjadi Pusat Konservasi...

Megamendung berkembang menjadi pusat konservasi yang mendukung pemulihan ekosistem kawasan hulu.

Rumor tentang Yasser Arafat...

Opini Broto Wardoyo membahas bagaimana citra Yasser Arafat dibentuk oleh konflik narasi yang berkepanjangan.

Yayasan Paseban Hadirkan Pusat...

Yayasan Paseban menghadirkan pusat konservasi Rusa Timor modern untuk memperkuat perlindungan fauna lokal.

Putusan MK 28/2026 Dinilai...

Ari Yusuf Amir menekankan bahwa audit kerugian negara harus dilakukan oleh lembaga yang berwenang yakni BPK.
HomePolitik"Kekuatan KIM di...

“Kekuatan KIM di Jawa: Dampaknya Terhadap Prabowo”

Pasangan calon kepala daerah yang didukung Koalisi Indonesia Maju (KIM) mengalami dominasi dalam pilkada strategis di Pulau Jawa. Kandidat pilihan KIM berhasil memenangkan Pilgub Jawa Timur (Jatim), Jawa Tengah (Jateng), Jawa Barat (Jabar), dan Banten. Hanya di Pilgub DKI Jakarta kandidat yang diusung oleh anggota KIM mengalami kekalahan.

Di Jawa Timur, KIM mendukung pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak yang berhasil mengumpulkan 58,53% suara berdasarkan hasil hitung cepat Litbang Kompas. Di Jawa Tengah, pasangan Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen yang didukung KIM meraih 59,41% suara. Sementara di Jawa Barat, pasangan Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan yang merupakan pilihan KIM berhasil mendapatkan 62,22% suara berdasarkan hasil hitung cepat LSI Denny JA. Di Banten, pasangan Andra Soni-Achmad Dimyati Narakusumah yang dianggap sebagai representasi KIM unggul dengan 55,21% suara.

Dominasi KIM dalam pilkada Jawa dinilai sebagai sinyal alarm bagi PDI-P oleh beberapa analis politik. Kemenangan kandidat KIM di berbagai pilkada di Jawa diprediksi akan memberikan dampak positif bagi pemerintahan Prabowo dan meningkatkan keterpilihan program-program nasional. Meskipun demikian, tantangan yang dihadapi adalah menjaga kestabilan koalisi dan soliditas antara Prabowo dan pemerintahan Jokowi hingga tahun 2029. Dominasi KIM juga dianggap dapat mempermudah kerja Prabowo ke depan dengan memungkinkan koordinasi yang lebih efektif antara pusat dan daerah.

Meskipun dominasi KIM di Jawa dianggap akan mendukung kinerja pemerintahan, beberapa analis politik berharap agar hal ini tidak berujung pada sentralisasi kekuasaan dan semua program pemerintah dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, terlepas dari kepala daerah yang terpilih berasal dari KIM atau bukan. Penguasaan KIM di berbagai wilayah Jawa dinilai memiliki dimensi politis yang signifikan dan dapat dijadikan investasi politik untuk Pemilu 2029. Peneliti politik juga menyoroti pentingnya PDI-P merawat elektabilitasnya hingga tahun 2029, terutama setelah kemenangan di Jakarta di Pileg 2024. Jadi, meskipun dominasi KIM tampak menguntungkan bagi pemerintahan, perlu diwaspadai untuk menjaga keseimbangan kekuasaan dan kepercayaan masyarakat.

Semua Berita

Rangkuman Lawatan Ratu Máxima di Indonesia: Memperkuat Hubungan Diplomatik

Ratu Máxima telah menyelesaikan kunjungan kerjanya ke Indonesia yang berlangsung selama empat hari, dimulai dari Senin hingga Kamis (24-27 November 2025). Selama kunjungannya, ia bertindak sebagai United Nation Secretary-General’s Special Advocate (UNSGSA) for Financial Health, bukan sebagai Ratu Belanda....

Profil Istri Wiranto: Mengenal Rugaiya Usman

Keluarga Jenderal (Purn) TNI Wiranto tengah berduka atas kepergian istri tercinta, Rugaiya Usman, yang meninggal dunia pada Minggu (16/11) pukul 15.55 WIB di Bandung, Jawa Barat. Rugaiya telah menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, namun kondisinya tidak...

Perjuangan Zainal Abidin Syah untuk Irian Barat: NKRI Terbaik

Presiden RI Prabowo Subianto baru saja menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh pada peringatan Hari Pahlawan 2025 di Istana Negara, Jakarta. Penganugerahan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Salah...

Kategori Berita