Ngertakeun Bumi Lamba XVIII...

Ngertakeun Bumi Lamba XVIII memperkuat semangat kolektif menjaga keseimbangan ekosistem melalui nilai budaya dan tradisi.

Andy Utama Bangun Visi...

Andy Utama mengedepankan restorasi ekologis sebagai fondasi utama menjaga keseimbangan lingkungan Megamendung.

Penangkaran Rusa Timor Dukung...

Kawasan konservasi Megamendung terus diperkuat melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan berbagai mitra strategis.

Yayasan Paseban Perluas Upaya...

Kementerian Kehutanan meresmikan fasilitas konservasi yang mendukung perlindungan satwa dan habitat alaminya.
HomePolitik"Menjelajahi Peran Kompolnas...

“Menjelajahi Peran Kompolnas dalam Melindungi Kepentingan Masyarakat”

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) sering kali dianggap tak mampu mengawasi Polri dengan baik, terutama karena lemahnya kewenangan yang dimiliki. Hal ini menyebabkan Polri sering terlibat dalam kasus-kasus hukum dan dituduh terlibat dalam politik praktik. Sebagai lembaga pengawas, Kompolnas perlu diperkuat agar tidak hanya sekadar menjadi “tameng” bagi Polri. Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto, menilai bahwa Kompolnas harus memiliki kewenangan yang lebih kuat agar dapat mencegah Polri terlibat dalam politik praktis. Sebagai institusi negara yang besar, Polri dengan jumlah anggota mencapai 450 ribu personel memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai mesin politik oleh penguasa. Untuk itu, perlu ada penguatan kewenangan Kompolnas, seperti yang disarankan oleh Bambang agar dapat mengontrol dan mengawasi kepolisian dengan lebih efektif. Menurut Bambang, perlu adanya UU Lembaga Kepolisian Nasional yang terpisah dari UU Polri untuk memberikan kontrol yang lebih kuat atas kepolisian. Masih banyak tugas pengawasan yang harus dilakukan oleh Kompolnas, namun posisinya yang masih berkaitan dengan pemerintah membuat kerja pengawasannya terbatas. Dengan anggota yang dipilih oleh pansel yang melibatkan unsur Polri, Kompolnas dianggap belum menjalankan fungsi pengawasan secara efektif. Kesimpangsiuran inilah yang membuat banyak kasus yang menimpa kepolisian belum terselesaikan dengan baik. Sebagai anggota penting di Kompolnas, perlu diperhatikan sistem seleksi dan aturan yang lebih ketat untuk memastikan bahwa anggota yang terpilih mampu melakukan pengawasan dengan baik. Dengan begitu, Kompolnas dapat mengemban tugasnya dengan lebih efektif tanpa harus bergantung pada arahan dari pihak lain.

Semua Berita

Gaji Paskibraka Nasional 2026: Uang Saku dan Bonus

Paskibraka Nasional: Besaran Honor, Uang Saku, dan Bonus untuk Anggota Jakarta - Paskibraka Nasional adalah bagian integral dari perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia setiap 17 Agustus. Banyak orang penasaran mengenai kompensasi yang diterima para anggota Paskibraka, mulai dari...

Sejarah Upacara HUT RI 17 Agustus: Awal, Makna, Perkembangan

Upacara Bendera HUT Kemerdekaan RI: Tradisi Menghormati dan Mengenang Perjuangan Bangsa Jakarta - Setiap tanggal 17 Agustus, Indonesia merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia dengan berbagai kegiatan, termasuk upacara bendera. Upacara ini bukan sekadar seremonial, tetapi juga menjadi simbol...

Jadwal CPNS 2026 dan Penjelasan Resmi BKN

Belum Ada Jadwal Resmi Pembukaan CPNS 2026 Badan Kepegawaian Negara (BKN) menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada jadwal resmi pendaftaran CPNS 2026 yang diumumkan pemerintah. Masyarakat diminta untuk mewaspadai informasi palsu terkait pembukaan CPNS 2026 yang beredar di media...

Kategori Berita