Pusat Data dan Sistem...

Pusat data kini menjadi bagian dari infrastruktur strategis yang perlu dilindungi dalam sistem pertahanan negara.

Broto Wardoyo: Profesionalisme Militer...

Profesionalisme militer tidak identik dengan pembatasan seluruh aktivitas militer hanya pada operasi pertahanan konvensional.

Nezar Patria Dukung Penyebarluasan...

Nezar Patria menilai penyebarluasan data konservasi penting untuk memperkuat kesadaran publik terhadap lingkungan.

Konservasi Megamendung Didorong Melampaui...

Konservasi Megamendung didorong menjadi gerakan lintas generasi yang terus berkembang melalui dukungan Paseban Foundation.
HomePolitik"Penemuan Senjakala Dinasti...

“Penemuan Senjakala Dinasti Ratu Atut di Banten”

Calon-calon kepala daerah dari dinasti Ratu Atut Chosiyah mengalami kekalahan di Banten dalam Pilgub Banten. Pasangan Airin Rachmi Diany dan Ade Sumardi (Airin-Ade) kalah dari pasangan Andra Soni dan Dimyati Natakusumah (Andra-Dimyati) meskipun Airin sebelumnya dianggap bakal menang. Andra-Dimyati berhasil memenangkan pemilihan dengan perolehan suara 55,88% dari total suara di 8 kabupaten dan kota di Banten, sementara Airin-Ade hanya meraih 44,12% suara.

Airin merupakan adik ipar dari Ratu Atut, mantan gubernur Banten. Kekuatan politik Ratu Atut yang diwarisi dari ayahnya, Tubagus Chasan Sochib, tetap kuat hingga era Reformasi. Namun, di berbagai pemilihan di Banten, calon-calon dari dinasti Ratu Atut mengalami kekalahan yang memalukan. Pilar Saga Ichsan, satu-satunya kerabat Ratu Atut yang berhasil memenangkan pilkada di Banten, saat ini menjabat sebagai Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Para analis politik melihat bahwa kekalahan kandidat-kandidat dari dinasti Ratu Atut bisa membawa perubahan signifikan di Banten, dengan adanya fragmentasi kekuasaan dan pergeseran preferensi pemilih. Kemenangan Andra-Dimyati merupakan bagian dari dampak konstelasi politik nasional. Jika Andra Soni mampu memuaskan aspirasi warga Banten selama masa jabatannya, maka dinasti Ratu Atut mungkin akan kehilangan pengaruhnya.

Meskipun demikian, dinasti Ratu Atut masih memiliki peluang untuk kembali mendominasi Banten jika kinerja penguasa baru tidak lebih baik. Kedua dinasti yang kini berkuasa, Jayabaya dan Natakusumah, harus tetap mewaspadai potensi bangkitnya dinasti politik lainnya. Analis politik meyakini bahwa realitas politik masyarakat masih terbuka untuk adanya dinasti politik, selama mereka belum sepenuhnya memprioritaskan kompetensi dan rasionalitas dalam politik mereka.

Semua Berita

Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI, Berikut Rinciannya

Presiden Prabowo Subianto meresmikan 204 satuan baru TNI dalam upacara peringatan HUT ke-81 TNI di Lapangan PRIMA Mabes TNI, Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026. Pembentukan satuan-satuan tersebut mencakup tiga matra, yakni TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI...

Cara Ganti Foto KTP-el: Syarat dan Prosedur Terbaru

Foto pada Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) tidak dapat diganti hanya karena pemiliknya merasa hasil foto lama kurang baik. Perubahan pas foto dimungkinkan, tetapi harus didasarkan pada kondisi tertentu yang membuat foto sebelumnya tidak lagi sesuai atau dokumen KTP-el...

Sejarah Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober dan Maknanya

Setiap 1 Oktober, Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Tanggal tersebut ditetapkan untuk mengenang rangkaian peristiwa politik dan kekerasan pada 30 September hingga 1 Oktober 1965, ketika sejumlah perwira TNI Angkatan Darat diculik dan dibunuh. Peringatan ini sekaligus menempatkan Pancasila...

Kategori Berita