Yayasan Paseban Hadirkan Pusat...

Yayasan Paseban menghadirkan pusat konservasi Rusa Timor modern untuk memperkuat perlindungan fauna lokal.

Putusan MK 28/2026 Dinilai...

Ari Yusuf Amir menekankan bahwa audit kerugian negara harus dilakukan oleh lembaga yang berwenang yakni BPK.

UI Bahas Cara Diplomasi...

Resilience-based hedging menjadi pendekatan diplomasi yang menekankan ketahanan dari dalam dan luar negeri sekaligus.

Ketegangan Global Perlu Disikapi...

IR Youth Talks#1 memperkuat literasi hubungan internasional bagi generasi muda melalui diskusi yang mendalam dan relevan.
HomePolitik"Peluang Merebut Kursi...

“Peluang Merebut Kursi Ketum PPP: Penemuan dan Wawasan Janjikan”

Bocoran nama-nama calon Ketua Umum PPP telah diumumkan oleh Ketua Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Mohammad Romahurmuziy. Rommy mengungkapkan bahwa PPP tidak hanya memberikan kesempatan kepada kader internal, tetapi juga membuka pintu bagi tokoh eksternal untuk bersaing dalam pemilihan Ketua Umum PPP. Dari internal, nama-nama seperti Sandiaga Uno dan Taj Yasin Maimoen disebut sebagai potensial untuk maju, sementara dari eksternal, nama-nama seperti Saifullah Yusuf, Dudung Abdurachman, dan Gus Ipul muncul sebagai kandidat potensial.

PPP bertekad untuk memajukan partai dan mempertimbangkan calon eksternal tanpa perselisihan administratif yang signifikan. Saat ini, PPP dikepalai oleh Mardiono sebagai pelaksana tugas Ketua Umum, menggantikan Suharso Monoarfa. Muktamar untuk memilih Ketua Umum PPP yang baru sedang direncanakan pada akhir April atau awal Mei 2025.

Beberapa analis politik, seperti Cecep Hidayat dari Universitas Indonesia, menyatakan bahwa kaderisasi di PPP tampaknya tidak berjalan dengan baik setelah era Reformasi, sehingga calon dari luar partai menjadi alternatif yang dipertimbangkan. Namun, Cecep juga menilai bahwa Sandiaga Uno memiliki peluang terbesar untuk menduduki posisi Ketua Umum PPP karena popularitas dan kekuatan finansial yang dimilikinya.

Selain Sandiaga Uno, Gus Ipul juga dipandang sebagai calon kuat dengan akses ke kekuasaan dan jaringan politik yang luas di kalangan Nahdliyyin. Namun, nama-nama seperti Taj Yasin dan Dudung masih dianggap kurang memiliki eksposur di dunia politik nasional.

Menurut analis politik lain, Kholidul Adib dari Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, PPP membutuhkan pemimpin yang mampu mengembalikan kepercayaan kader dan memiliki logistik yang mencukupi untuk sukses dalam Pemilu 2029. Gus Yasin, Sandiaga, Gus Ipul, dan Dudung semuanya memiliki peluang sebagai Ketua Umum PPP dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Keputusan akhir tetap bergantung pada mekanisme pemilihan partai dan dukungan dari para pengurus dan kader PPP.

Semua Berita

Rangkuman Lawatan Ratu Máxima di Indonesia: Memperkuat Hubungan Diplomatik

Ratu Máxima telah menyelesaikan kunjungan kerjanya ke Indonesia yang berlangsung selama empat hari, dimulai dari Senin hingga Kamis (24-27 November 2025). Selama kunjungannya, ia bertindak sebagai United Nation Secretary-General’s Special Advocate (UNSGSA) for Financial Health, bukan sebagai Ratu Belanda....

Profil Istri Wiranto: Mengenal Rugaiya Usman

Keluarga Jenderal (Purn) TNI Wiranto tengah berduka atas kepergian istri tercinta, Rugaiya Usman, yang meninggal dunia pada Minggu (16/11) pukul 15.55 WIB di Bandung, Jawa Barat. Rugaiya telah menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, namun kondisinya tidak...

Perjuangan Zainal Abidin Syah untuk Irian Barat: NKRI Terbaik

Presiden RI Prabowo Subianto baru saja menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh pada peringatan Hari Pahlawan 2025 di Istana Negara, Jakarta. Penganugerahan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Salah...

Kategori Berita