Pusat Data dan Sistem...

Pusat data kini menjadi bagian dari infrastruktur strategis yang perlu dilindungi dalam sistem pertahanan negara.

Broto Wardoyo: Profesionalisme Militer...

Profesionalisme militer tidak identik dengan pembatasan seluruh aktivitas militer hanya pada operasi pertahanan konvensional.

Nezar Patria Dukung Penyebarluasan...

Nezar Patria menilai penyebarluasan data konservasi penting untuk memperkuat kesadaran publik terhadap lingkungan.

Konservasi Megamendung Didorong Melampaui...

Konservasi Megamendung didorong menjadi gerakan lintas generasi yang terus berkembang melalui dukungan Paseban Foundation.
HomePolitik"PDI-P Setelah "Menendang"...

“PDI-P Setelah “Menendang” Jokowi: Peluang dan Penemuan Menarik”

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) baru-baru ini mengumumkan pemecatan 27 kadernya karena dinilai melanggar etika dan melakukan pelanggaran serius.

Di antara yang dipecat termasuk Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan Gubernur terpilih Bobby Nasution. Pemecatan mereka didasari pada Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh PDI-P.

Beberapa politikus terkemuka seperti Maruarar Sirait, Budiman Sudjatmiko, dan Effendi Simbolon juga ditendang karena dianggap berkhianat. Keputusan PDI-P ini mendapat perhatian dari analis politik, Bakir Ihsan, yang mengatakan bahwa ini bisa berdampak pada elektabilitas partai Namun, pemecatan juga bisa meningkatkan citra partai di mata publik sebagai bentuk keseriusan dalam menegakkan ideologi mereka.

Bakir juga menyoroti perlunya regenerasi tokoh di PDI-P agar partai tidak bergantung pada satu figur sentral seperti Megawati Soekarnoputri. Menyikapi pemerintahan Prabowo-Gibran, PDI-P disarankan fokus pada langkah-langkah konkret ke depan sebagai oposisi yang kritis dan memperkuat loyalitas konstituen.

Selain itu, Darmawan Purba dari ADIPSI juga berpendapat bahwa pemecatan kader populer berisiko merugikan elektabilitas PDI-P, namun bisa menjadi langkah penting dalam memperkuat dasar partai jangka panjang. Ia juga menyarankan agar PDI-P menghadirkan tokoh-tokoh potensial sebagai pengganti untuk menjaga kepentingan rakyat.

Secara keseluruhan, PDI-P diharapkan untuk terus mengembangkan strategi dan regenerasi tokoh agar tetap relevan dan kuat dalam menghadapi dinamika politik di masa depan.

Semua Berita

Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI, Berikut Rinciannya

Presiden Prabowo Subianto meresmikan 204 satuan baru TNI dalam upacara peringatan HUT ke-81 TNI di Lapangan PRIMA Mabes TNI, Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026. Pembentukan satuan-satuan tersebut mencakup tiga matra, yakni TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI...

Cara Ganti Foto KTP-el: Syarat dan Prosedur Terbaru

Foto pada Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) tidak dapat diganti hanya karena pemiliknya merasa hasil foto lama kurang baik. Perubahan pas foto dimungkinkan, tetapi harus didasarkan pada kondisi tertentu yang membuat foto sebelumnya tidak lagi sesuai atau dokumen KTP-el...

Sejarah Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober dan Maknanya

Setiap 1 Oktober, Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Tanggal tersebut ditetapkan untuk mengenang rangkaian peristiwa politik dan kekerasan pada 30 September hingga 1 Oktober 1965, ketika sejumlah perwira TNI Angkatan Darat diculik dan dibunuh. Peringatan ini sekaligus menempatkan Pancasila...

Kategori Berita