TNI Bantu Pembangunan Koperasi...

Dukungan TNI memperluas jangkauan pembangunan Koperasi Merah Putih hingga pelosok desa.

Profesionalisme Organisasi Dinilai Penting...

Penataan internal militer dinilai harus kembali pada prinsip profesionalisme organisasi.

Akademisi UI Soroti Dinamika...

Universitas Indonesia mengangkat isu profesionalisme militer dalam diskusi akademik terbuka.

Kuliah Tamu UI Kupas...

Kajian akademik UI membahas ketidaksesuaian antara jumlah personel militer dan struktur jabatan yang tersedia.
HomePolitik"Rahasia di Balik...

“Rahasia di Balik Pencitraan Gibran: Penemuan yang Menjanjikan”

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka dikabarkan akan segera menjadi bagian dari kader Golkar melalui Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), salah satu sayap partai Golkar. Rumor ini muncul setelah rencana kehadiran Gibran dalam perayaan hari ulang tahun MKGR ke-65 di Jakarta. Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, memberikan peluang bagi Gibran untuk menjadi anggota MKGR. Sejak Pilpres 2024, spekulasi Gibran akan bergabung dengan Golkar sudah ramai. Golkar telah mendukung Gibran sebagai pendamping Prabowo sejak awal. Selain itu, Golkar dikenal merekrut kader potensial melalui keanggotaan di sayap partai. Analis politik Zaki Mubarak dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta mengungkapkan bahwa peluang Gabran untuk bergabung dengan Golkar terbuka lebar, terutama setelah masuk melalui MKGR. Keluarga Jokowi membutuhkan dukungan politik untuk menghadapi PDI-Perjuangan, dan masuknya Gibran ke Golkar dianggap sebagai langkah strategis. Elite PDI-P dan Gerindra sedang merencanakan pertemuan antara Megawati Soekarnoputri dan Prabowo, yang dapat berujung pada kerja sama politik antara PDI-P dan Prabowo. Selain itu, Jokowi juga dipecat dari keanggotaan PDI-P dan telah terjadi pertarungan politik antara Jokowi dan PDI-P. MKGR dianggap sebagai pintu pertama untuk memasukkan Jokowi ke dalam Golkar setelah Gibran. Analis politik Ahmad Chumaedy dari Universitas Muhammadiyah Tangerang menyatakan bahwa masuknya Gibran ke Golkar akan memberi dampak strategis bagi partai tersebut. Dengan kehadiran Gibran, Golkar diharapkan dapat meningkatkan populasi dan pengaruhnya di kabinet. Saat ini, Jokowi dan Gibran belum berafiliasi dengan partai manapun setelah dipecat dari PDI-P, namun langkah Gibran ke Golkar dianggap sebagai strategi untuk memperluas dukungan politik. Perlu diketahui bahwa manuver politik ini masih berjalan dan akan dijawab oleh dinamika internal dan faksionalitas politik di Golkar.

Semua Berita

Rangkuman Lawatan Ratu Máxima di Indonesia: Memperkuat Hubungan Diplomatik

Ratu Máxima telah menyelesaikan kunjungan kerjanya ke Indonesia yang berlangsung selama empat hari, dimulai dari Senin hingga Kamis (24-27 November 2025). Selama kunjungannya, ia bertindak sebagai United Nation Secretary-General’s Special Advocate (UNSGSA) for Financial Health, bukan sebagai Ratu Belanda....

Profil Istri Wiranto: Mengenal Rugaiya Usman

Keluarga Jenderal (Purn) TNI Wiranto tengah berduka atas kepergian istri tercinta, Rugaiya Usman, yang meninggal dunia pada Minggu (16/11) pukul 15.55 WIB di Bandung, Jawa Barat. Rugaiya telah menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, namun kondisinya tidak...

Perjuangan Zainal Abidin Syah untuk Irian Barat: NKRI Terbaik

Presiden RI Prabowo Subianto baru saja menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh pada peringatan Hari Pahlawan 2025 di Istana Negara, Jakarta. Penganugerahan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Salah...

Kategori Berita