Yayasan Paseban Hadirkan Pusat...

Yayasan Paseban menghadirkan pusat konservasi Rusa Timor modern untuk memperkuat perlindungan fauna lokal.

Putusan MK 28/2026 Dinilai...

Ari Yusuf Amir menekankan bahwa audit kerugian negara harus dilakukan oleh lembaga yang berwenang yakni BPK.

UI Bahas Cara Diplomasi...

Resilience-based hedging menjadi pendekatan diplomasi yang menekankan ketahanan dari dalam dan luar negeri sekaligus.

Ketegangan Global Perlu Disikapi...

IR Youth Talks#1 memperkuat literasi hubungan internasional bagi generasi muda melalui diskusi yang mendalam dan relevan.
HomePolitik"Prabowo dan Anggaran...

“Prabowo dan Anggaran DPR: Penemuan Insightful”

Sejumlah kementerian dan lembaga telah mulai mengencangkan ikat pinggang mereka untuk memastikan program dan kebijakan pemerintah tetap dapat dijalankan meskipun anggaran mereka dipangkas. Penghematan dilakukan dengan berbagai cara, seperti mengurangi rapat di luar kantor, menyederhanakan acara seremonial, dan mengurangi ketergantungan terhadap pihak ketiga. Contohnya, di Badan Kepegawaian Nasional (BKN) dilakukan penghematan dengan membatasi alokasi bahan bakar minyak bagi pejabat, meniadakan alokasi anggaran untuk jamuan pimpinan, alat tulis kantor, dan penghematan listrik. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan juga menggelar peringatan hari jadi secara sederhana dengan pemotongan tumpeng, doa bersama, dan pemutaran video sejarah keimigrasian.

Presiden Prabowo Subianto telah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 yang menginstruksikan kementerian, lembaga, dan pemda untuk menghemat anggaran belanja negara hingga Rp306,69 triliun. Prabowo meminta fokus pada tujuh poin utama dalam efisiensi anggaran, seperti belanja operasional, perkantoran, perjalanan dinas, dan pembangunan infrastruktur. Langkah ini mendapat apresiasi dari Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) sebagai upaya untuk dialokasikan anggaran ke program prioritas yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.

Namun, ada kekhawatiran terkait pemotongan anggaran di berbagai kementerian dan lembaga tidak termasuk DPR RI dan MPR RI yang masih mendapatkan anggaran penuh. Hal ini bersifat politis menurut peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus. Ia menyarankan agar kegiatan tidak efektif seperti kunjungan kerja luar negeri dicut serta kegiatan sosialisasi empat pilar oleh MPR dievaluasi. Upaya pemotongan anggaran di DPR dan MPR dianggap penting untuk memberikan contoh efisiensi dan mendukung upaya penghematan anggaran di lembaga negara lainnya.

Semua Berita

Rangkuman Lawatan Ratu Máxima di Indonesia: Memperkuat Hubungan Diplomatik

Ratu Máxima telah menyelesaikan kunjungan kerjanya ke Indonesia yang berlangsung selama empat hari, dimulai dari Senin hingga Kamis (24-27 November 2025). Selama kunjungannya, ia bertindak sebagai United Nation Secretary-General’s Special Advocate (UNSGSA) for Financial Health, bukan sebagai Ratu Belanda....

Profil Istri Wiranto: Mengenal Rugaiya Usman

Keluarga Jenderal (Purn) TNI Wiranto tengah berduka atas kepergian istri tercinta, Rugaiya Usman, yang meninggal dunia pada Minggu (16/11) pukul 15.55 WIB di Bandung, Jawa Barat. Rugaiya telah menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, namun kondisinya tidak...

Perjuangan Zainal Abidin Syah untuk Irian Barat: NKRI Terbaik

Presiden RI Prabowo Subianto baru saja menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh pada peringatan Hari Pahlawan 2025 di Istana Negara, Jakarta. Penganugerahan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Salah...

Kategori Berita