Wednesday, January 21, 2026

Mengapa Pasal 433–434 KUHP...

Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan bahwa wartawan tidak dapat dipidana maupun digugat secara...

Insanul Fahmi: Panggilan Polda...

Insanul Fahmi, seorang pengusaha, akhirnya datang untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan penipuan...

Perlindungan Hukum Wartawan Saat...

Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan pentingnya perlindungan hukum khusus bagi wartawan guna mencegah praktik...

Penolakan PKS Pesantren Al...

Aksi penolakan keberadaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Desa Ridan Permai Kecamatan Bangkinang...
HomePolitikPerjalanan Gerindra di...

Perjalanan Gerindra di Bawah Prabowo: Insight Menjanjikan

Prabowo Subianto telah resmi kembali menjadi Ketua Umum Partai Gerindra setelah dilantik dalam Kongres Luar Biasa (KLB) yang diadakan di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Hal ini menandai periode kepemimpinan Prabowo di Gerindra dari tahun 2025 hingga 2030. Ahmad Muzani, Sekretaris Jenderal Gerindra, menyatakan bahwa perbaikan kesejahteraan melalui program-program pro-rakyat yang dilakukan oleh Presiden Prabowo perlu diteruskan sesuai dengan permintaan dari kader partai.

Selain sebagai Ketua Umum, Prabowo juga kembali menduduki posisi Ketua Dewan Pembina Gerindra. Dalam KLB tersebut, Prabowo diangkat sebagai satu-satunya formatur dalam struktur kepengurusan baru partai. Elite Gerindra juga berdiskusi tentang kemungkinan Prabowo kembali diusung sebagai calon presiden pada Pilpres 2029. Namun, Prabowo belum memberikan jawaban pasti dan meminta waktu untuk menyelesaikan janji-janji politiknya sebagai presiden.

Gerindra sendiri didirikan pada tanggal 6 Februari 2008 dengan tokoh-tokoh seperti Prabowo, Hashim Djojohadikusumo, Fadli Zon, Ahmad Muzani, dan lainnya. Partai ini kemudian terlibat dalam pemilu pertamanya pada tahun 2009 dengan mengusung Prabowo sebagai calon wakil presiden. Meskipun kalah dalam Pilpres 2009, Gerindra berhasil memperoleh kursi di DPR RI dan memilih untuk menjadi bagian dari oposisi pemerintahan saat itu.

Pada pemilu berikutnya, Gerindra mengalami lonjakan suara yang signifikan dan berhasil memenangkan 73 kursi di DPR. Prabowo juga mencalonkan diri dalam Pilpres 2014 tetapi tidak berhasil meraih kemenangan. Setelah beberapa kali menjadi partai oposisi, Gerindra kemudian menjadi salah satu partai pendukung pemerintahan setelah Jokowi mengangkat Prabowo sebagai Menteri Pertahanan.

Prabowo kembali mencalonkan diri dalam Pilpres 2024 dan kali ini berhasil memenangkan pemilihan dengan bantuan dari Gibran Rakabuming Raka sebagai pendamping. Gerindra juga meraih suara yang signifikan dalam Pileg 2024 dan menduduki beberapa kursi di DPR. Meski demikian, Prabowo telah menegaskan bahwa hubungannya dengan Jokowi tetap baik dan tidak ada perpecahan di antara keduanya, meskipun ada rumor sebaliknya.

Semua Berita

Rangkuman Lawatan Ratu Máxima di Indonesia: Memperkuat Hubungan Diplomatik

Ratu Máxima telah menyelesaikan kunjungan kerjanya ke Indonesia yang berlangsung selama empat hari, dimulai dari Senin hingga Kamis (24-27 November 2025). Selama kunjungannya, ia bertindak sebagai United Nation Secretary-General’s Special Advocate (UNSGSA) for Financial Health, bukan sebagai Ratu Belanda....

Profil Istri Wiranto: Mengenal Rugaiya Usman

Keluarga Jenderal (Purn) TNI Wiranto tengah berduka atas kepergian istri tercinta, Rugaiya Usman, yang meninggal dunia pada Minggu (16/11) pukul 15.55 WIB di Bandung, Jawa Barat. Rugaiya telah menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, namun kondisinya tidak...

Perjuangan Zainal Abidin Syah untuk Irian Barat: NKRI Terbaik

Presiden RI Prabowo Subianto baru saja menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh pada peringatan Hari Pahlawan 2025 di Istana Negara, Jakarta. Penganugerahan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Salah...

Kategori Berita