Yayasan Paseban Hadirkan Pusat...

Yayasan Paseban menghadirkan pusat konservasi Rusa Timor modern untuk memperkuat perlindungan fauna lokal.

Putusan MK 28/2026 Dinilai...

Ari Yusuf Amir menekankan bahwa audit kerugian negara harus dilakukan oleh lembaga yang berwenang yakni BPK.

UI Bahas Cara Diplomasi...

Resilience-based hedging menjadi pendekatan diplomasi yang menekankan ketahanan dari dalam dan luar negeri sekaligus.

Ketegangan Global Perlu Disikapi...

IR Youth Talks#1 memperkuat literasi hubungan internasional bagi generasi muda melalui diskusi yang mendalam dan relevan.
HomePolitikParpol Baru Jokowi:...

Parpol Baru Jokowi: Peluang Terbuka atau Dinasti Keluarga?

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) berencana untuk membentuk partai politik baru sebagai platform politiknya setelah tidak lagi berada di jabatan. Konsep yang diusung oleh Jokowi adalah mendirikan partai politik yang mirip dengan perusahaan terbuka dan disebutnya sebagai partai super Tbk.

Meskipun masih dalam tahap perencanaan dan belum pasti diwujudkan, Jokowi menyatakan bahwa partai politik yang akan ia bentuk nantinya akan dimiliki oleh seluruh anggotanya. Hal ini menjadi bagian dari proses matang yang sedang dilakukan olehnya setelah dikeluarkan dari PDI-P tidak lama setelah Pilpres 2024 berakhir.

Beberapa analis politik, termasuk Zaki Mubarak dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, percaya bahwa Jokowi memiliki modal politik yang cukup kuat untuk mendirikan partai politik baru. Dukungan politiknya, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur, memberinya keunggulan yang signifikan dalam menciptakan partai dengan basis konstituen yang kuat.

Dengan pengaruh politik yang dimilikinya serta hubungan baik dengan pengusaha-pengusaha besar selama masa pemerintahannya, Zaki menduga Jokowi tidak akan kesulitan dalam mengumpulkan dana yang diperlukan untuk mendirikan partai politik baru tersebut.

Selain itu, peran Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga diungkit sebagai potensi magnet politik dalam pembentukan partai baru oleh Jokowi. Meskipun masih banyak keraguan terkait karakter partai yang akan dibentuk, ada kecenderungan bahwa partai politik bentukan Jokowi bisa memengaruhi segmen pemilih yang beririsan dengan konstituen PDI-P.

Namun demikian, beberapa analis politik seperti Budiman dari Universitas Mulawarman (Unmul) menilai bahwa partai yang berbasis pada tokoh atau figur akan lebih solid dalam menyatukan kader meskipun dalam hal regenerasi mungkin terdapat kelemahan. Potensi terbentuknya partai baru dari Jokowi juga dianggap dapat menggerus suara PDI-P, tetapi masih terkait erat dengan basis pemilih yang ada.

Semua Berita

Rangkuman Lawatan Ratu Máxima di Indonesia: Memperkuat Hubungan Diplomatik

Ratu Máxima telah menyelesaikan kunjungan kerjanya ke Indonesia yang berlangsung selama empat hari, dimulai dari Senin hingga Kamis (24-27 November 2025). Selama kunjungannya, ia bertindak sebagai United Nation Secretary-General’s Special Advocate (UNSGSA) for Financial Health, bukan sebagai Ratu Belanda....

Profil Istri Wiranto: Mengenal Rugaiya Usman

Keluarga Jenderal (Purn) TNI Wiranto tengah berduka atas kepergian istri tercinta, Rugaiya Usman, yang meninggal dunia pada Minggu (16/11) pukul 15.55 WIB di Bandung, Jawa Barat. Rugaiya telah menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, namun kondisinya tidak...

Perjuangan Zainal Abidin Syah untuk Irian Barat: NKRI Terbaik

Presiden RI Prabowo Subianto baru saja menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh pada peringatan Hari Pahlawan 2025 di Istana Negara, Jakarta. Penganugerahan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Salah...

Kategori Berita