Broto Wardoyo: Profesionalisme Militer...

Profesionalisme militer tidak identik dengan pembatasan seluruh aktivitas militer hanya pada operasi pertahanan konvensional.

Nezar Patria Dukung Penyebarluasan...

Nezar Patria menilai penyebarluasan data konservasi penting untuk memperkuat kesadaran publik terhadap lingkungan.

Konservasi Megamendung Didorong Melampaui...

Konservasi Megamendung didorong menjadi gerakan lintas generasi yang terus berkembang melalui dukungan Paseban Foundation.

Paseban Foundation Tunjukkan Kemajuan...

Paseban Foundation menunjukkan kemajuan nyata dalam pemulihan bentang alam dan perlindungan keanekaragaman hayati.
HomePolitikBoikot Retret Kepala...

Boikot Retret Kepala Daerah: Potensi Mengejutkan

Ketua Umum PDI-Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, memerintahkan kader-kader PDI-P yang baru saja dilantik sebagai kepala daerah untuk tidak mengikuti kegiatan retreat kepala daerah terpilih di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah. Instruksi tersebut tertuang dalam surat nomor 7294/IN/DPP/II/2025 yang diterbitkan pada Kamis (20/2).

Menurut juru bicara PDI-P, Guntur Romli, surat instruksi tersebut dibagikan melalui aplikasi WhatsApp (WA) dalam bentuk dokumen elektronik setelah Sekretaris Jenderal PDI-P, Hasto Kristiyanto, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap pergantian antar waktu (PAW) Harun Masiku sejak Desember 2024.

Sebanyak 112 kepala daerah dan 80 wakil kepala daerah dari PDI-P berhasil memenangkan Pilkada Serentak 2024, termasuk di antaranya Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung-Rano Karno serta Gubernur Bali dan Wakil Gubernur Bali I Wayan Koster-I Nyoman Giri.

Analis politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Zaki Mubarak, menilai instruksi Megawati sebagai langkah untuk menjaga soliditas kader. Surat instruksi tersebut juga merupakan upaya PDI-P untuk memastikan loyalitas kader di tengah situasi politik yang kompleks.

Zaki menyatakan bahwa instruksi tersebut juga menjadi langkah internal PDI-P untuk melindungi partai. Isu tentang kepemimpinan Megawati yang digoyang oleh beberapa kasus hukum yang melibatkan kader PDI-P, termasuk putrinya, Puan Maharani, telah menjadi sorotan.

Ia menambahkan bahwa ketegangan politik pasca Pilpres 2024, di mana Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto, mundur dari jabatannya, menciptakan dinamika yang berpotensi mempengaruhi hubungan antara parpol. Terlebih lagi, situasi tersebut menciptakan spekulasi mengenai hubungan antara Megawati dengan Prabowo.

Semua Berita

Spesifikasi KRI Gajah Mada: Kapal Induk Baru TNI AL dari Italia

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Akan Menjadi KRI Gajah Mada Jakarta - Kapal induk Giuseppe Garibaldi mulai berlayar dari Italia menuju Indonesia dan dijadwalkan menjadi kapal induk pertama yang dimiliki TNI Angkatan Laut. Kapal tersebut diperkirakan akan tiba di Indonesia sekitar...

Panduan lengkap IKD dan cara membuatnya

Apa Itu Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan Bagaimana Cara Membuatnya? Identitas Kependudukan Digital atau IKD telah menjadi bagian penting dari transformasi administrasi kependudukan di Indonesia. Layanan ini memungkinkan akses identitas kependudukan secara digital melalui telepon seluler. Berikut penjelasan lebih lanjut...

Mengenal Sayuti Melik: Pengetik Teks Proklamasi

Sayuti Melik: Sosok di Balik Pengetik Teks Proklamasi Sayuti Melik, tokoh penting dalam sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, lahir di Sleman, Yogyakarta, pada 22 November 1908. Aktif dalam kegiatan politik dan jurnalistik sejak muda, Sayuti Melik dikenal sebagai aktivis nasionalis yang...

Kategori Berita