Wednesday, January 21, 2026

Mengapa Pasal 433–434 KUHP...

Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan bahwa wartawan tidak dapat dipidana maupun digugat secara...

Insanul Fahmi: Panggilan Polda...

Insanul Fahmi, seorang pengusaha, akhirnya datang untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan penipuan...

Perlindungan Hukum Wartawan Saat...

Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan pentingnya perlindungan hukum khusus bagi wartawan guna mencegah praktik...

Penolakan PKS Pesantren Al...

Aksi penolakan keberadaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Desa Ridan Permai Kecamatan Bangkinang...
HomePolitikBoikot Retret Kepala...

Boikot Retret Kepala Daerah: Potensi Mengejutkan

Ketua Umum PDI-Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, memerintahkan kader-kader PDI-P yang baru saja dilantik sebagai kepala daerah untuk tidak mengikuti kegiatan retreat kepala daerah terpilih di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah. Instruksi tersebut tertuang dalam surat nomor 7294/IN/DPP/II/2025 yang diterbitkan pada Kamis (20/2).

Menurut juru bicara PDI-P, Guntur Romli, surat instruksi tersebut dibagikan melalui aplikasi WhatsApp (WA) dalam bentuk dokumen elektronik setelah Sekretaris Jenderal PDI-P, Hasto Kristiyanto, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap pergantian antar waktu (PAW) Harun Masiku sejak Desember 2024.

Sebanyak 112 kepala daerah dan 80 wakil kepala daerah dari PDI-P berhasil memenangkan Pilkada Serentak 2024, termasuk di antaranya Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung-Rano Karno serta Gubernur Bali dan Wakil Gubernur Bali I Wayan Koster-I Nyoman Giri.

Analis politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Zaki Mubarak, menilai instruksi Megawati sebagai langkah untuk menjaga soliditas kader. Surat instruksi tersebut juga merupakan upaya PDI-P untuk memastikan loyalitas kader di tengah situasi politik yang kompleks.

Zaki menyatakan bahwa instruksi tersebut juga menjadi langkah internal PDI-P untuk melindungi partai. Isu tentang kepemimpinan Megawati yang digoyang oleh beberapa kasus hukum yang melibatkan kader PDI-P, termasuk putrinya, Puan Maharani, telah menjadi sorotan.

Ia menambahkan bahwa ketegangan politik pasca Pilpres 2024, di mana Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto, mundur dari jabatannya, menciptakan dinamika yang berpotensi mempengaruhi hubungan antara parpol. Terlebih lagi, situasi tersebut menciptakan spekulasi mengenai hubungan antara Megawati dengan Prabowo.

Semua Berita

Rangkuman Lawatan Ratu Máxima di Indonesia: Memperkuat Hubungan Diplomatik

Ratu Máxima telah menyelesaikan kunjungan kerjanya ke Indonesia yang berlangsung selama empat hari, dimulai dari Senin hingga Kamis (24-27 November 2025). Selama kunjungannya, ia bertindak sebagai United Nation Secretary-General’s Special Advocate (UNSGSA) for Financial Health, bukan sebagai Ratu Belanda....

Profil Istri Wiranto: Mengenal Rugaiya Usman

Keluarga Jenderal (Purn) TNI Wiranto tengah berduka atas kepergian istri tercinta, Rugaiya Usman, yang meninggal dunia pada Minggu (16/11) pukul 15.55 WIB di Bandung, Jawa Barat. Rugaiya telah menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, namun kondisinya tidak...

Perjuangan Zainal Abidin Syah untuk Irian Barat: NKRI Terbaik

Presiden RI Prabowo Subianto baru saja menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh pada peringatan Hari Pahlawan 2025 di Istana Negara, Jakarta. Penganugerahan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Salah...

Kategori Berita