Pusat Data dan Sistem...

Pusat data kini menjadi bagian dari infrastruktur strategis yang perlu dilindungi dalam sistem pertahanan negara.

Broto Wardoyo: Profesionalisme Militer...

Profesionalisme militer tidak identik dengan pembatasan seluruh aktivitas militer hanya pada operasi pertahanan konvensional.

Nezar Patria Dukung Penyebarluasan...

Nezar Patria menilai penyebarluasan data konservasi penting untuk memperkuat kesadaran publik terhadap lingkungan.

Konservasi Megamendung Didorong Melampaui...

Konservasi Megamendung didorong menjadi gerakan lintas generasi yang terus berkembang melalui dukungan Paseban Foundation.
HomePolitikPerbedaan Peluru Tajam...

Perbedaan Peluru Tajam dan Peluru Karet: Penjelasan Polisi pada Demo

Ketika unjuk rasa berlangsung, polisi sering kali dikerahkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Namun, situasi seringkali berubah menjadi kerusuhan sehingga aparat keamanan harus mengambil langkah taktis untuk mengontrol massa. Salah satu tindakan yang biasa dilakukan adalah penggunaan gas air mata, meriam air, dan peluru karet. Meskipun peluru karet dianggap senjata tidak mematikan, namun para ahli memperingatkan bahwa penggunaannya tetap berpotensi mengakibatkan luka serius bahkan kematian jika tidak digunakan dengan hati-hati.

Peluru karet terbuat dari bahan karet atau plastik keras yang ditembakkan dengan proyektil layaknya peluru tajam. Karakteristik karet yang berfungsi sebagai isolator panas membuat kecepatan peluru lebih rendah dibandingkan peluru logam sehingga penetrasi tidak sekuat peluru tajam. Meskipun begitu, penggunaan peluru karet dalam pengendalian kerusuhan, latihan menembak jarak dekat, dan kontrol hewan masih bisa menimbulkan dampak serius. Meskipun dipandang sebagai alternatif yang lebih aman daripada peluru tajam, studi menunjukkan bahwa dari 90 korban peluru karet di Irlandia Utara, satu orang meninggal dunia, 17 cacat permanen, 41 memerlukan perawatan, dan yang lain mengalami luka ringan.

Sementara peluru tajam, yang terbuat dari logam dengan lapisan kuningan, memiliki daya penetrasi yang kuat dan berpotensi mematikan jika mengenai bagian tubuh vital seperti otak. Oleh karena itu, polisi jarang menggunakan peluru tajam dalam situasi pengamanan unjuk rasa karena risiko besar mengakibatkan korban jiwa. Peluru tajam biasanya diarahkan ke bagian kaki ke bawah untuk melumpuhkan, bukan mematikan.

Meskipun peluru karet dianggap sebagai senjata tidak mematikan, penggunaannya tetap menyimpan risiko serius terutama jika ditembakkan dalam jarak dekat atau ke bagian tubuh vital seperti kepala dan dada. Sebaliknya, penggunaan peluru tajam di tengah-tengah kerumunan masyarakat bisa berakibat fatal. Dengan begitu, perbedaan utama antara peluru karet dan tajam terletak pada bahan, daya tembak, dan potensi fatalitas. Peluru karet ditujukan untuk mengontrol massa tanpa menimbulkan korban jiwa, sementara peluru tajam merupakan amunisi mematikan yang hanya digunakan dalam kondisi darurat.

Source link

Semua Berita

Tragedi Tewasnya 3 Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya: Fakta dan Fokus Investigasi

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya Tewas Diserang Kelompok Bersenjata Sebuah tragedi menimpa tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, yang tewas setelah diserang kelompok bersenjata pada Rabu, 9 September 2026. Mereka tengah dalam perjalanan untuk menyalurkan bantuan ternak kepada...

Spesifikasi KRI Gajah Mada: Kapal Induk Baru TNI AL dari Italia

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Akan Menjadi KRI Gajah Mada Jakarta - Kapal induk Giuseppe Garibaldi mulai berlayar dari Italia menuju Indonesia dan dijadwalkan menjadi kapal induk pertama yang dimiliki TNI Angkatan Laut. Kapal tersebut diperkirakan akan tiba di Indonesia sekitar...

Panduan lengkap IKD dan cara membuatnya

Apa Itu Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan Bagaimana Cara Membuatnya? Identitas Kependudukan Digital atau IKD telah menjadi bagian penting dari transformasi administrasi kependudukan di Indonesia. Layanan ini memungkinkan akses identitas kependudukan secara digital melalui telepon seluler. Berikut penjelasan lebih lanjut...

Kategori Berita