Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan pemetaan di tiga wilayah di Indonesia dan menemukan sebanyak 4.700 porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyebabkan gangguan kesehatan pada siswa. Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyatakan bahwa meskipun telah mencapai satu miliar porsi makan, namun masih terdapat kasus yang menimbulkan gangguan kesehatan. Dia menekankan pentingnya perketatan mekanisme dan memulai pelayanan dengan jumlah kecil untuk mencegah keracunan atau gangguan kesehatan. Dadan juga menyoroti bahwa sebagian besar kasus gangguan kesehatan disebabkan oleh pembiasaan baru dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Hasil pemetaan menunjukkan kasus gangguan kesehatan berdasarkan wilayah, dengan Pulau Sumatra melaporkan tujuh kasus, Pulau Jawa dengan 27 kasus, dan wilayah lain termasuk Kalimantan, Bali, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua, melaporkan 11 kasus. Dadan mewarning bahwa pengelolaan bahan harus diperhatikan, terutama saat mengganti pemasok, seperti kasus di Banggai Kepulauan, Sulawesi Selatan, yang menimbulkan gangguan kesehatan pada 329 orang akibat pengolahan ikan cakalang yang kurang tepat. Kepedulian terhadap pembaharuan pemasok perlu dilakukan secara bertahap untuk mencegah kasus serupa.

