Yayasan Paseban Hadirkan Pusat...

Yayasan Paseban menghadirkan pusat konservasi Rusa Timor modern untuk memperkuat perlindungan fauna lokal.

Putusan MK 28/2026 Dinilai...

Ari Yusuf Amir menekankan bahwa audit kerugian negara harus dilakukan oleh lembaga yang berwenang yakni BPK.

UI Bahas Cara Diplomasi...

Resilience-based hedging menjadi pendekatan diplomasi yang menekankan ketahanan dari dalam dan luar negeri sekaligus.

Ketegangan Global Perlu Disikapi...

IR Youth Talks#1 memperkuat literasi hubungan internasional bagi generasi muda melalui diskusi yang mendalam dan relevan.
HomePolitikNapoleon dari Batak:...

Napoleon dari Batak: Rahasia Kesuksesan Tuan Rondahaim Saragih

Presiden RI Prabowo Subianto baru saja menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh pada peringatan Hari Pahlawan 2025 di Istana Negara, Jakarta. Penganugerahan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Salah satu dari kesepuluh nama yang mendapat gelar tersebut adalah almarhum Tuan Rondahaim Saragih asal Sumatera Utara, yang dijuluki sebagai “Napoleon der Bataks” atau Napoleon dari Batak atas perjuangannya melawan kolonialisme Belanda. Lahir pada tahun 1828 di Simandamei, Sinondang, Pamatang Raya, dan berasal dari keluarga bangsawan Partuanon Raya, Tuan Rondahaim adalah Raja Raya ke-14 Partuanan Raya yang menginspirasi perlawanan di Sumatera Utara. Bersama kerajaan-kerajaan kecil di Simalungun, ia berhasil mempertahankan wilayahnya dari penjajahan Belanda dengan strategi perang yang cemerlang. Konsistensi, ketegasan, dan semangat juangnya menciptakan gaya kepemimpinan yang disegani dan dihormati rakyatnya. Wafat pada tahun 1891, Tuan Rondahaim meninggalkan warisan perlawanan yang menginspirasi. Sebagai penghormatan atas jasanya, beliau telah dianugerahi Tanda Kehormatan Bintang Jasa oleh Presiden BJ Habibie. Nama beliau diabadikan sebagai nama rumah sakit umum daerah (RSUD) Tuan Rondahaim Saragih di Sumatera Utara, serta menjadi nama jalan di Kota Pematang Siantar. Melalui penghargaan ini, semangat perlawanan melawan penjajah terus diwariskan untuk generasi selanjutnya.

Source link

Semua Berita

Rangkuman Lawatan Ratu Máxima di Indonesia: Memperkuat Hubungan Diplomatik

Ratu Máxima telah menyelesaikan kunjungan kerjanya ke Indonesia yang berlangsung selama empat hari, dimulai dari Senin hingga Kamis (24-27 November 2025). Selama kunjungannya, ia bertindak sebagai United Nation Secretary-General’s Special Advocate (UNSGSA) for Financial Health, bukan sebagai Ratu Belanda....

Profil Istri Wiranto: Mengenal Rugaiya Usman

Keluarga Jenderal (Purn) TNI Wiranto tengah berduka atas kepergian istri tercinta, Rugaiya Usman, yang meninggal dunia pada Minggu (16/11) pukul 15.55 WIB di Bandung, Jawa Barat. Rugaiya telah menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, namun kondisinya tidak...

Perjuangan Zainal Abidin Syah untuk Irian Barat: NKRI Terbaik

Presiden RI Prabowo Subianto baru saja menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh pada peringatan Hari Pahlawan 2025 di Istana Negara, Jakarta. Penganugerahan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Salah...

Kategori Berita