Friday, January 23, 2026

Kapolres Bengkalis Peringatkan Tiga...

Kapolres Bengkalis, AKBP Fabrian Saleh Siregar, menegaskan komitmenya untuk menindak tegas anggota Polri...

Cha Eun Woo Pindahkan...

Kabar dugaan penggelapan pajak yang melibatkan aktor Korea, Cha Eun Woo, kini tengah...

Kunjungan Bupati Kasmarni: Pendidikan...

Bupati Bengkalis, Kasmarni, melakukan kunjungan kerja ke Desa Bantan Timur, Kecamatan Bantan, untuk...

Pemberitaan Media Inggris Membuat...

Pangeran Harry menghadiri sidang gugatan terhadap ANL pada Rabu, 21 Januari 2026, di...
HomeBeritaProyek Jalan Soebrantas...

Proyek Jalan Soebrantas Kampar: Tenggat Akhir Tahun dan Spanduk Ancaman Pidana

Proyek peningkatan jalan di Jalur HR Soebrantas menuju Kompleks Kantor Bupati Kampar, Provinsi Riau, mengalami kebuntuan hingga menjelang akhir tahun 2025. Konflik dengan warga telah menghambat kemajuan pekerjaan, dan situasi di lapangan terlihat mati suri dengan spanduk peringatan keras yang dipasang. Timbul pertanyaan mengenai kelanjutan proyek ini, karena waktu semakin menipis dengan tinggalnya hitungan hari menjelang akhir tahun 2025.

Di tengah ketegangan yang terjadi, Ketua Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPNRI) Kabupaten Kampar, Daulat Panjaitan, menyerukan agar pemerintah daerah segera mengambil tindakan untuk melanjutkan proyek tersebut. Daulat menekankan urgensi dari penyelesaian proyek tersebut, mengingat potensi pemborosan anggaran dan kegagalan dalam mencapai target pembangunan akibat penundaan kerja.

Meskipun komitmen dari internal pemerintah untuk melanjutkan proyek tersebut telah diutarakan, namun realisasi di lapangan belum terlihat. Secara resmi, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Kampar menyatakan akan melanjutkan pekerjaan, namun masih ada kendala terkait ganti rugi dengan warga yang belum terselesaikan.

Dalam waktu dekat, Pemerintah Kabupaten Kampar harus membuat keputusan penting mengenai pendekatan yang akan digunakan dalam menyelesaikan masalah ini. Pertanyaan besar adalah apakah akan dipilih pendekatan dialog dan negosiasi dengan warga atau menggunakan tindakan represif dengan melibatkan aparat keamanan. Keputusan tersebut tidak hanya akan berpengaruh pada kelanjutan proyek, tetapi juga citra pemerintah dalam menangani konflik sosial untuk pembangunan. Tenggat waktu akhir tahun 2025 semakin mendekat, menimbulkan tekanan pada efektivitas penggunaan anggaran daerah dan akuntabilitas dalam melaksanakan proyek.

Source link

Semua Berita

Kapolres Bengkalis Peringatkan Tiga Oknum Terlibat Pesta Narkoba-Berita Terbaru

Kapolres Bengkalis, AKBP Fabrian Saleh Siregar, menegaskan komitmenya untuk menindak tegas anggota Polri yang terlibat dalam penyalahgunaan narkotika. Penegasan ini datang setelah pengungkapan kasus narkoba di Hotel Marina Bengkalis yang melibatkan tujuh tersangka, di mana tiga di antaranya adalah...

Kunjungan Bupati Kasmarni: Pendidikan dan Pemberdayaan Perempuan di Desa Bantan Timur

Bupati Bengkalis, Kasmarni, melakukan kunjungan kerja ke Desa Bantan Timur, Kecamatan Bantan, untuk memastikan pembangunan Desa berjalan inklusif, terutama di sektor pendidikan anak usia dini dan pemberdayaan perempuan dari Suku Komunitas Adat Terpencil (KAT). Kunjungan dimulai di Satuan PAUD...

Kepemimpinan Panglima TNI sebagai Cerminan Tahap Demokrasi

Dalam demokrasi, Panglima TNI adalah pelaksana kebijakan, bukan aktor politik.

Kategori Berita