Kedutaan Besar Republik Indonesia di Yangon telah mulai memindahkan 56 WNI yang terdampak operasi penertiban pusat online scam dan online gambling di KK Park dan Shwe Kokko, Myawaddy, menuju Mae Sot, Thailand, sebagai tahap awal dalam proses pemulangan ke Indonesia. Lebih dari 300 WNI telah berada dalam pengawasan otoritas Myanmar sejak operasi penegakan hukum dimulai pada 22 Oktober 2025, dan pemindahan hari ini merupakan tahap pertama dari proses pemulangan lebih lanjut. KBRI Yangon telah bekerja keras dalam negosiasi dan koordinasi dengan otoritas Myanmar serta mendapat dukungan teknis dari KBRI Bangkok untuk memastikan kelancaran proses lintas batas dan penerbangan. Pada 9 Desember, para WNI dijadwalkan akan diterbangkan ke Indonesia melalui rute Bangkok–Soekarno Hatta menggunakan penerbangan komersial setelah tiba di Mae Sot.
Dalam proses pemindahan, para WNI mendapatkan pengawalan dari pihak berwenang Myanmar mengingat situasi keamanan yang dinamis di Myawaddy. KBRI Yangon terus memantau pergerakan konvoi dengan erat bersama KBRI Bangkok untuk memastikan keselamatan dan kelancaran proses lintas-batas. Keselamatan para WNI merupakan prioritas utama KBRI dalam mempercepat pemulangan ratusan WNI lainnya yang masih berada dalam pengawasan otoritas Myanmar. KBRI juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap tawaran pekerjaan di luar negeri yang tidak resmi atau menggiurkan yang dapat menjadi pintu masuk bagi berbagai bentuk penipuan dan eksploitasi.

