Ngertakeun Bumi Lamba XVIII...

Ngertakeun Bumi Lamba XVIII memperkuat semangat kolektif menjaga keseimbangan ekosistem melalui nilai budaya dan tradisi.

Andy Utama Bangun Visi...

Andy Utama mengedepankan restorasi ekologis sebagai fondasi utama menjaga keseimbangan lingkungan Megamendung.

Penangkaran Rusa Timor Dukung...

Kawasan konservasi Megamendung terus diperkuat melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan berbagai mitra strategis.

Yayasan Paseban Perluas Upaya...

Kementerian Kehutanan meresmikan fasilitas konservasi yang mendukung perlindungan satwa dan habitat alaminya.
HomeKriminalSkandal Kasat Narkoba...

Skandal Kasat Narkoba Polres Batu Bara: Dugaan Setoran Rp2 Miliar Dari Bandar Bento

Dugaan aliran dana sebesar Rp2 miliar kepada Kasat Narkoba Polres Batu Bara, AKP Ramses Panjaitan, telah memicu perhatian publik. Informasi yang beredar mengungkapkan bahwa dana tersebut diduga berasal dari bandar narkoba berinisial MD alias Bento, yang diyakini memiliki jaringan narkotika internasional dari Malaysia menuju Tanjung Tiram secara besar dan terorganisir. Situasi ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai kebebasan penegakan hukum di wilayah Batu Bara.

Pertama-tama, dugaan setoran menjadi sorotan setelah penangkapan seorang pria bernama Irawan, yang dipercayai terjadi kolaborasi antara pelaku dan oknum di Satuan Narkoba Polres Batu Bara. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa barang bukti dari perkembangan kasus tersebut terkait dengan Mahyu Danil alias Bento, yang diduga mengatur pengiriman narkotika melalui boat seruai dan kapal penangkap ikan. Tak lama sebelum penangkapan, barang bukti tersebut disimpan di Desa Pahlawan, Tanjung Tiram.

Selanjutnya, informasi dari sumber yang sama menjelaskan bahwa pada Juli tahun ini, Bento pernah diamankan oleh Satres Narkoba Polres Batu Bara. Namun, proses hukum tersebut tidak berlanjut dan diduga terhenti setelah adanya pembayaran sejumlah Rp2 miliar. Hal ini menimbulkan dugaan intervensi dan manipulasi dalam proses penegakan hukum, dengan kekurangan penjelasan resmi hingga saat ini.

Situasi semakin kompleks ketika pada bulan Agustus 2025, dugaan barang narkotika kembali masuk dari Malaysia melalui Kampung Nipah, Labuhan Ruku dengan jumlah yang signifikan. Spekulasi mengenai kerja sama antara bandar narkoba dan aparat semakin kuat dengan penangkapan strategis dan pencurian mobil sebagai pengalihan perhatian.

Namun, dalam konfirmasi yang dilakukan, baik dari Humas Polres Batu Bara maupun Kasat Narkoba Polres Batu Bara AKP Ramses Panjaitan menegaskan ketidakbenaran dugaan tersebut. Meskipun demikian, publik menuntut keterbukaan dan transparansi dalam penanganan kasus ini untuk mengembalikan kepercayaan terhadap lembaga penegak hukum yang semakin tergerus.

Source link

Semua Berita

Yayasan Barzilai Tagih Wali Kota Bekasi terkait Lahan Kranji

Yayasan Barzilai Minta Ketegasan Wali Kota Bekasi terkait Sengketa Lahan RW 06 Kranji Yayasan Barzilai Karya Kasih meminta Wali Kota Bekasi segera mengambil tindakan terkait surat dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang meminta verifikasi, pendalaman, dan penyelesaian sengketa lahan di...

Wali Kota Ngatiyana Bersihkan Cimahi dari Tramadol: Respons Gubernur Dedi

Wali Kota Cimahi Siap Bersihkan Kota dari Peredaran Tramadol Maraknya peredaran obat keras terlarang jenis tramadol di Kota Cimahi menjadi sorotan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Menyikapi hal ini, Wali Kota Ngatiyana menegaskan kesiapannya untuk mengambil langkah taktis dalam membersihkan...

Pilot Muda Karawang Berprestasi Terlibat Kasus Hukum

Pilot Muda Berprestasi Asal Karawang Jadi Terdakwa Kasus Buronan Australia Suasana haru menyelimuti rumah keluarga Vidi Eskafaris Gumilang di Perumahan Griya Permai, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Siswa pilot berprestasi asal Karawang itu kini harus menjalani proses hukum di...

Kategori Berita