Kementerian Kehutanan dan Yayasan...

Megamendung diarahkan menjadi pusat konservasi yang mendukung pemulihan fungsi ekologis.

Megamendung Menjadi Pusat Konservasi...

Megamendung berkembang menjadi pusat konservasi yang mendukung pemulihan ekosistem kawasan hulu.

Rumor tentang Yasser Arafat...

Opini Broto Wardoyo membahas bagaimana citra Yasser Arafat dibentuk oleh konflik narasi yang berkepanjangan.

Yayasan Paseban Hadirkan Pusat...

Yayasan Paseban menghadirkan pusat konservasi Rusa Timor modern untuk memperkuat perlindungan fauna lokal.
HomeKriminalMintarsih Bongkar Dugaan...

Mintarsih Bongkar Dugaan Penghilangan Saham Pendiri Blue Bird – Analisis Terkini

Mintarsih, salah satu pendiri dan pemegang saham awal Blue Bird Group, mengungkapkan dugaan praktik penghilangan saham yang ia anggap dilakukan secara sistematis dan penuh manipulasi hukum. Menurutnya, sejak awal berdirinya perusahaan transportasi besar tersebut, kepemilikan saham telah berpindah tangan hingga terkonsentrasi pada keluarga Purnomo, keluarga Chandra, dan Gunawan Surjo Wibowo. Mintarsih juga menyoroti kasus pada tahun 1994 di mana sahamnya di anak usaha PT Blue Bird Taxi diduga digelapkan oleh pihak lain.

Selama perjalanan sengketa hukum, Mintarsih mengalami tekanan fisik, upaya kriminalisasi, intimidasi, dan berbagai laporan pidana yang berujung pada tindakan keras. Ia juga menunjukkan adanya manipulasi dalam kepemilikan saham melalui badan usaha CV Lestiani dan didirikan PT Ceve Lestiani tanpa proses hukum yang sah. Selain itu, penyusunan daftar pemegang saham PT Blue Bird Taxi juga dipersoalkan karena melibatkan satu direksi tanpa RUPS dan tanpa persetujuan dari pihak lain.

Dampak dari praktik penghilangan saham ini tidak hanya dirasakan oleh Mintarsih, tetapi juga oleh lebih dari 40 perusahaan taksi lokal yang terancam bangkrut dan kepemilikannya dialihkan ke investor asing. Mintarsih bersikeras untuk terus memperjuangkan haknya dan mengungkap fakta-fakta terkait pengalihan aset dan saham PT Blue Bird Tbk yang ia anggap lebih besar dan sistematis. Jika praktik semacam ini dibiarkan terus berlangsung, hal ini bisa menjadi ancaman serius bagi industri transportasi nasional.

Source link

Semua Berita

Peningkatan Pelayanan SIM Digital di Satpas Polres Metro Bekasi Kota

Satpas Polres Metro Bekasi Kota Hadirkan Pelayanan SIM Lebih Cepat dan Modern Satuan Pengamanan Polisi Resor Metro Bekasi Kota terus melakukan inovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan pembuatan dan perpanjangan SIM. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menerapkan sistem antrean...

Investigasi Dugaan Aliran Suap Bea Cukai: Rp91 Miliar

Iskandar Sitorus Ungkap Sejumlah Nama Penerima Aliran Dana dari Blueray Cargo JAKARTA RAYA - Kasus dugaan suap yang melibatkan perusahaan logistik Blueray Cargo dan sejumlah oknum di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) kembali mencuat ke permukaan. Komisi Pemberantasan Korupsi...

Dugaan Aliran Suap Rp91 Miliar dalam Kasus Bea Cukai: Investigasi IAW

IAW Ungkap Dugaan Aliran Suap Rp91 Miliar di Kasus Bea Cukai, Iskandar Sitorus Diperiksa KPK Iskandar Sitorus Diperiksa KPK Terkait...

Kategori Berita