Sebuah kejadian tragis terjadi di Desa Penyasawan, Kecamatan Kampar, yang menunjukkan bahwa api cemburu bisa berujung pada petaka. Seorang pria dengan inisial AR (34) nekat membakar rumah mantan istrinya, RE (30), setelah merasa sakit hati karena ajakannya untuk rujuk ditolak dan mengetahui bahwa korban telah memiliki pacar baru. Kejadian brutal ini terjadi pada Senin dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, dan tentu saja menghebohkan warga setempat. Beruntungnya, Polsek Kampar segera bertindak dan berhasil menangkap pelaku tanpa perlawanan kurang dari 24 jam setelah kejadian, ketika pelaku mencoba bersembunyi di Desa Kualu Nenas, Kecamatan Tambang.
Yang membuat kejadian ini semakin mengejutkan adalah fakta bahwa aksi pembakaran tersebut terekam oleh kamera CCTV, menegaskan bahwa kebakaran tersebut bukanlah kecelakaan melainkan tindakan kriminal yang disengaja. Kapolres Kampar, AKBP Boby Putra Ramadhan S, menjelaskan bahwa pelaku dilaporkan berbuat demikian karena sakit hati atas penolakan mantan istrinya untuk rujuk dan kabar bahwa korban telah memiliki kekasih baru. Kejadian pertama kali diketahui oleh tetangga korban, Yuda Aria Pratama, yang melihat api bermula dari loteng ruang tamu rumah korban ketika korban sudah berada di luar rumah.
Tim mobil pemadam kebakaran Kabupaten Kampar dengan sigap tiba di lokasi dan bersama warga berusaha memadamkan api. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 05.00 WIB setelah proses berjibaku yang panjang. Unit Reskrim Polsek Kampar tidak tinggal diam, mereka melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, dan menelusuri rekaman CCTV untuk memperjelas kejadian tersebut. Setelah berhasil melacak pelaku, AR akhirnya mengaku atas perbuatannya yang keji. Saat ini, pelaku sudah diamankan di Polsek Kampar dan akan dijerat dengan pasal pembakaran sesuai ketentuan KUHP, dengan ancaman hukuman penjara berat.
Peristiwa ini dapat dijadikan pelajaran bahwa emosi, rasa cemburu, dan sakit hati tidak pernah dapat dibenarkan untuk melakukan tindakan kriminal, apalagi dapat membahayakan nyawa orang lain. Semoga kejadian ini menjadi pengingat bagi semua untuk selalu menyelesaikan masalah secara dewasa dan menjaga emosi agar tidak sampai memicu tindakan yang merugikan dan tidak bertanggung jawab.

