Yayasan Paseban Hadirkan Pusat...

Yayasan Paseban menghadirkan pusat konservasi Rusa Timor modern untuk memperkuat perlindungan fauna lokal.

Putusan MK 28/2026 Dinilai...

Ari Yusuf Amir menekankan bahwa audit kerugian negara harus dilakukan oleh lembaga yang berwenang yakni BPK.

UI Bahas Cara Diplomasi...

Resilience-based hedging menjadi pendekatan diplomasi yang menekankan ketahanan dari dalam dan luar negeri sekaligus.

Ketegangan Global Perlu Disikapi...

IR Youth Talks#1 memperkuat literasi hubungan internasional bagi generasi muda melalui diskusi yang mendalam dan relevan.
HomeKriminalSidang Kasus Air...

Sidang Kasus Air Keras: Transparan dan Adil

Proses hukum kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, dipastikan berjalan secara transparan dan adil di Pengadilan Militer II-08 Jakarta. Pemerintah menunjukkan komitmennya untuk memastikan semua tahapan persidangan dapat diakses oleh publik sebagai wujud akuntabilitas penegakan hukum. Sidang perdana ini dianggap sebagai momen penting untuk menegaskan keseriusan negara dalam menindak tegas tindakan kekerasan yang mengancam hak-hak masyarakat, serta untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi peradilan.

Menteri HAM, Natalius Pigai, menegaskan pentingnya proses hukum berjalan tanpa intervensi dan dapat diawasi oleh masyarakat secara luas. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta penyelesaian kasus dilakukan dengan tuntas dan adil. Penyiraman air keras dianggap sebagai tindakan premanisme yang tidak dapat ditoleransi dalam negara hukum karena tidak hanya merugikan korban secara fisik, tetapi juga mengancam rasa aman masyarakat secara umum. Pemerintah menegaskan komitmennya dalam melindungi hak asasi manusia serta memastikan pelaku kejahatan mendapatkan sanksi yang setimpal.

Kepala Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Fredy Ferdian Isnartanto, menegaskan bahwa persidangan ini bersifat terbuka untuk umum sebagai bentuk transparansi lembaga peradilan. Para terdakwa juga diharapkan hadir langsung di ruang sidang sebagai bagian penting dari proses hukum yang harus dilalui dengan akuntabel. Dukungan untuk proses hukum yang transparan juga datang dari Ketua DPR RI, Puan Maharani, yang mendorong agar persidangan dilakukan secara objektif dan menjunjung tinggi prinsip keadilan.

Sinergi antara eksekutif dan legislatif juga terlihat dalam memastikan penegakan hukum sesuai prinsip demokrasi dan supremasi hukum. Dengan keterbukaan dan pengawasan publik yang kuat, pemerintah yakin proses peradilan kasus ini dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan putusan yang adil. Tindakan ini juga menjadi pesan tegas bahwa negara hadir untuk melindungi warganya dari segala bentuk kekerasan, serta menegaskan bahwa tidak akan ada ruang bagi praktik-praktik yang melanggar tatanan hukum dan hak asasi manusia.

Source link

Semua Berita

JE Kuasa Hukum Minta Bebas Kasus Dugaan Penculikan Anak

Sidang Kasus Penculikan Anak Di Pengadilan Negeri Jakarta Utara JAKARTA RAYA – Sidang perkara mengenai dugaan penculikan anak kandung oleh seorang ayah dengan inisial JE sedang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Dalam tahap pembelaan atau pledoi bersama untuk perkara...

JE Siap Laporkan Penyidik yang Menuntutnya Bawa Anak Kandung

JE Dituntut 5 Bulan Penjara, Kuasa Hukum Siap Laporkan Penyidik Kasus dugaan penculikan anak kandung yang menyeret JE makin memanas. Dalam sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengajukan hukuman lima bulan penjara bagi JE atas...

Pemerintah Kejar Aktor Asing Judi Online di Indonesia

Pemerintah Buru Aktor Utama Judi Daring Internasional di Jakarta Pada waktu belakangan ini, Bareskrim Polri sedang gencar mengejar aktor utama dan pihak perekrut di balik jaringan judi daring internasional. Hal ini terkait dengan penggerebekan yang dilakukan di Hayam Wuruk Plaza...

Kategori Berita