JAKARTA RAYA — Video kericuhan usai persidangan terdakwa kasus dugaan pembunuhan satu keluarga di Indramayu menjadi viral di media sosial. Kejadian ini kembali menyorot proses penanganan perkara yang tengah berjalan di pengadilan.
Ririn Rifanto Membantah Tuduhan
Dalam video yang beredar, terlihat suasana ruang sidang yang memanas. Terdakwa, Ririn Rifanto, terlihat berada di tengah kerumunan sambil membantah tuduhan pembunuhan yang dialamatkan padanya.
“Saya bukan pelakunya, Pak,” tegas Ririn dalam video tersebut. Ia juga terlihat beberapa kali ditahan dan dipapah saat berada di persidangan.
Dalam kondisi emosional, Ririn mengaku mengalami tindakan kekerasan selama proses penanganan perkara oleh pihak kepolisian. “Saya dipatahin, saya dipatahin,” ucapnya. Saat ditanya mengenai bagian tubuh yang dimaksud, Ririn menjawab singkat, “Kakinya.”
Desakan Publik dan Anggota DPR RI
Situasi ini memicu desakan agar proses persidangan dilakukan secara terbuka dan transparan. Sejumlah pihak bahkan meminta agar jalannya sidang disiarkan secara langsung untuk memastikan akuntabilitas proses hukum.
Anggota DPR RI Komisi VIII, Umbu Kabunang, menilai terdapat dugaan pelanggaran hak asasi manusia dalam penanganan kasus tersebut. Ia menegaskan perlunya pemeriksaan menyeluruh terhadap penyidik yang menangani perkara untuk memastikan tidak ada penyiksaan selama proses penyidikan.
Perlunya Keterbukaan dalam Persidangan
Umbu Kabunang juga mendorong transparansi dalam proses hukum ini dengan menghadirkan penyidik kepolisian yang menangani kasus tersebut ke dalam persidangan. Hal ini diharapkan dapat menegaskan keterbukaan dalam penegakan hukum serta perlindungan terhadap hak asasi manusia.
Apabila terbukti adanya praktik penyiksaan, maka pihak terkait harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Umbu Kabunang menekankan pentingnya menegakkan prinsip penegakan hukum yang adil dan melindungi hak asasi manusia.

