Pemerintah Buru Aktor Utama Judi Daring Internasional di Jakarta
Pada waktu belakangan ini, Bareskrim Polri sedang gencar mengejar aktor utama dan pihak perekrut di balik jaringan judi daring internasional. Hal ini terkait dengan penggerebekan yang dilakukan di Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat, di mana berhasil diamankan 321 WNA yang diduga terlibat dalam praktik judi online lintas negara.
Penyelidikan dan Pengembangan Kasus
Brigjen Pol. Wira Satya Triputra selaku Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri mengungkapkan bahwa pihak penyidik telah berhasil mendapatkan data sponsor yang diduga membawa WNA tersebut ke Indonesia untuk terlibat dalam praktik judi daring. Saat ini, mereka tengah mendalami peran masing-masing pelaku serta mencari tahu apakah ada pengendali utama di balik para operator lapangan.
Dari 321 WNA yang diamankan, sebanyak 275 orang di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka berasal dari berbagai negara seperti Vietnam, China, Laos, Myanmar, Thailand, Malaysia, dan Kamboja. Polisi juga menemukan adanya koordinator di setiap divisi pekerjaan dalam operasional judi daring tersebut.
Pergeseran Pola Kejahatan Transnasional
Sementara itu, Brigjen Untung Widyatmoko dari NCB Interpol Divhubinter Polri menyoroti adanya pergeseran pola kejahatan transnasional ke Indonesia setelah negara-negara Asia Tenggara lain mulai mengintensifkan penindakan. Ia menyebut bahwa sejumlah negara seperti Myanmar, Kamboja, Laos, dan Vietnam sebelumnya menjadi basis utama kejahatan daring seperti love scamming, investasi ilegal, dan judi online. Namun, dengan penertiban di negara-negara tersebut, jaringan kejahatan tersebut kini beralih masuk ke Indonesia.
Ratusan WNA yang diamankan saat ini sedang menjalani pemeriksaan lanjutan di kantor imigrasi. Proses ini berlangsung secara berkelanjutan dan simultan, sesuai dengan langkah-langkah yang diambil oleh pihak berwenang.

