Kementerian Kehutanan dan Yayasan...

Megamendung diarahkan menjadi pusat konservasi yang mendukung pemulihan fungsi ekologis.

Megamendung Menjadi Pusat Konservasi...

Megamendung berkembang menjadi pusat konservasi yang mendukung pemulihan ekosistem kawasan hulu.

Rumor tentang Yasser Arafat...

Opini Broto Wardoyo membahas bagaimana citra Yasser Arafat dibentuk oleh konflik narasi yang berkepanjangan.

Yayasan Paseban Hadirkan Pusat...

Yayasan Paseban menghadirkan pusat konservasi Rusa Timor modern untuk memperkuat perlindungan fauna lokal.
HomeKriminalPemerintah Kejar Aktor...

Pemerintah Kejar Aktor Asing Judi Online di Indonesia

Pemerintah Buru Aktor Utama Judi Daring Internasional di Jakarta

Pada waktu belakangan ini, Bareskrim Polri sedang gencar mengejar aktor utama dan pihak perekrut di balik jaringan judi daring internasional. Hal ini terkait dengan penggerebekan yang dilakukan di Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat, di mana berhasil diamankan 321 WNA yang diduga terlibat dalam praktik judi online lintas negara.

Penyelidikan dan Pengembangan Kasus

Brigjen Pol. Wira Satya Triputra selaku Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri mengungkapkan bahwa pihak penyidik telah berhasil mendapatkan data sponsor yang diduga membawa WNA tersebut ke Indonesia untuk terlibat dalam praktik judi daring. Saat ini, mereka tengah mendalami peran masing-masing pelaku serta mencari tahu apakah ada pengendali utama di balik para operator lapangan.

Dari 321 WNA yang diamankan, sebanyak 275 orang di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka berasal dari berbagai negara seperti Vietnam, China, Laos, Myanmar, Thailand, Malaysia, dan Kamboja. Polisi juga menemukan adanya koordinator di setiap divisi pekerjaan dalam operasional judi daring tersebut.

Pergeseran Pola Kejahatan Transnasional

Sementara itu, Brigjen Untung Widyatmoko dari NCB Interpol Divhubinter Polri menyoroti adanya pergeseran pola kejahatan transnasional ke Indonesia setelah negara-negara Asia Tenggara lain mulai mengintensifkan penindakan. Ia menyebut bahwa sejumlah negara seperti Myanmar, Kamboja, Laos, dan Vietnam sebelumnya menjadi basis utama kejahatan daring seperti love scamming, investasi ilegal, dan judi online. Namun, dengan penertiban di negara-negara tersebut, jaringan kejahatan tersebut kini beralih masuk ke Indonesia.

Ratusan WNA yang diamankan saat ini sedang menjalani pemeriksaan lanjutan di kantor imigrasi. Proses ini berlangsung secara berkelanjutan dan simultan, sesuai dengan langkah-langkah yang diambil oleh pihak berwenang.

Source link

Semua Berita

Investigasi Dugaan Aliran Suap Bea Cukai: Rp91 Miliar

Iskandar Sitorus Ungkap Sejumlah Nama Penerima Aliran Dana dari Blueray Cargo JAKARTA RAYA - Kasus dugaan suap yang melibatkan perusahaan logistik Blueray Cargo dan sejumlah oknum di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) kembali mencuat ke permukaan. Komisi Pemberantasan Korupsi...

Dugaan Aliran Suap Rp91 Miliar dalam Kasus Bea Cukai: Investigasi IAW

IAW Ungkap Dugaan Aliran Suap Rp91 Miliar di Kasus Bea Cukai, Iskandar Sitorus Diperiksa KPK Iskandar Sitorus Diperiksa KPK Terkait...

Publik Tuntut Penjelasan KPK Terkait Penetapan Tersangka

Penanganan Kasus Korupsi di Bea Cukai Masih Menuai Polemik Jakarta Raya - Kasus dugaan suap di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang kini ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menjadi sorotan publik. Meskipun lebih dari 20 perusahaan...

Kategori Berita