Wali Kota Cimahi Siap Bersihkan Kota dari Peredaran Tramadol
Maraknya peredaran obat keras terlarang jenis tramadol di Kota Cimahi menjadi sorotan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Menyikapi hal ini, Wali Kota Ngatiyana menegaskan kesiapannya untuk mengambil langkah taktis dalam membersihkan wilayahnya dari obat berbahaya tersebut.
Dugaan Peredaran Tramadol Mendapat Sorotan Khusus
Dalam pertemuan dengan para kepala daerah se-Jawa Barat, Gubernur Dedi Mulyadi secara tegas menyoroti dugaan peredaran tramadol yang diduga mendapat perlindungan tertentu. Beliau menegaskan instruksi kepada Wali Kota Ngatiyana, yang juga pensiunan TNI AD, untuk bertindak tegas dalam hal ini.
Komitmen Pemkot Cimahi dalam Pemberantasan Obat Terlarang
Ngatiyana, dengan latar belakang sebagai prajurit TNI, memastikan bahwa Pemerintah Kota Cimahi tidak akan tinggal diam menghadapi peredaran tramadol. Ia berkomitmen untuk memimpin langsung upaya pembersihan ini dan bekerja sama dengan aparat keamanan serta elemen masyarakat untuk membasmi jaringan peredaran obat ilegal hingga akarnya.
Keberhasilan dalam pemberantasan obat terlarang memerlukan kolaborasi aktif antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. Warga diminta untuk turut serta dalam pengawasan di lingkungan masing-masing dan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan terkait peredaran obat ilegal.
Dengan kerjasama yang kuat dan partisipasi aktif dari semua pihak, diharapkan Kota Cimahi dapat terbebas dari peredaran obat berbahaya, menciptakan lingkungan hidup yang aman dan sehat bagi generasi penerus.

