Nakhoda KM Virgo Transport 8 ditemukan selamat setelah kapal tersebut terbalik di perairan Laut Jawa. Nakhoda kini menjalani pemeriksaan untuk dimintai keterangan mengenai insiden yang menyebabkan 129 orang masih dalam pencarian.
Wakil Menteri Perhubungan Suntana mengatakan, nakhoda termasuk dalam 114 orang yang telah ditemukan oleh tim SAR gabungan. Dari jumlah tersebut, 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan enam lainnya meninggal dunia.
“Untuk nakhoda eh selamat dan sedang dilakukan pemeriksaan,” ujar Suntana, dikutip pada Rabu, 16 September 2026.
Suntana belum memerinci materi pemeriksaan terhadap nakhoda. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menggali informasi terkait kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa.
Sinyal darurat kapal masih aktif
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii memastikan alat pemancar radio darurat milik kapal, yakni EPIRB (Emergency Position Indicating Radio Beacon), masih aktif. Sinyal tersebut dipantau oleh sejumlah stasiun, termasuk yang berada di Australia dan Singapura.
Syafii menjelaskan, EPIRB merupakan perangkat pemancar darurat untuk kapal. Perangkat serupa pada pesawat disebut ELT, sedangkan alat yang digunakan secara personal dikenal sebagai PLB.
“Jadi transmitter dari emergency kapal itu saya pastikan aktif. Jadi kapal itu, kalau misalkan di pesawat itu ada ELT, kemudian kalau kapal itu EPIRB, kemudian kalau misalkan personal itu namanya PLB. Jadi saya pastikan EPIRB dari kapal itu aktif, dan ini dimonitor, baik itu Australi, Singapura, maupun MEOLUT atau LEOLUT yang ada di Basarnas,” kata Syafii.
129 orang masih dicari
KM Virgo Transport 8 sebelumnya berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Sabtu, 12 September 2026. Kapal itu kemudian dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu, 13 September 2026, sekitar pukul 02.00 Wita.
Total terdapat 243 orang di dalam kapal, terdiri atas penumpang, awak kapal, dan kru. Hingga informasi tersebut disampaikan, 114 orang telah ditemukan. Sebanyak 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia, sementara 129 orang lainnya masih dicari oleh tim SAR gabungan.
Operasi pencarian memasuki hari ketiga pada Selasa, 15 September 2026. Namun, pada hari itu belum ada tambahan korban yang ditemukan. Pemeriksaan terhadap nakhoda diharapkan dapat memberikan informasi mengenai kondisi dan kejadian yang dialami kapal sebelum terbalik.

