Basarnas menyiapkan kendaraan bawah air tanpa awak atau Remotely Operated Vehicle (ROV) untuk membantu mencari 125 penumpang yang masih belum ditemukan di dalam bangkai KM Virgo Transport 8. Peralatan itu diharapkan dapat memeriksa bagian kapal yang sulit dijangkau penyelam sebelum proses penyisiran dan evakuasi dilakukan.
Namun, penggunaan ROV belum dapat berjalan maksimal. Arus laut yang sangat kencang memaksa tim SAR mengangkat kembali alat tersebut setelah sempat diturunkan ke lokasi kapal.
Arus kuat menghambat pengoperasian ROV
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan, kondisi arus menjadi kendala utama dalam pengoperasian ROV. Menurut dia, alat dengan kemampuan menjangkau bagian bawah kapal itu belum bisa dimanfaatkan secara optimal karena situasi laut.
“Di awal kami menurunkan ROV, namun karena arus lautnya yang sangat kencang sehingga peralatan yang canggih itu tidak bisa dimaksimalkan, akhirnya diputuskan untuk diangkat kembali,” kata Putu, dikutip Senin, 21 September 2026.
Basarnas masih menunggu kondisi cuaca dan arus membaik agar ROV dapat kembali digunakan. Dalam operasi tersebut, ROV akan lebih dahulu menyusuri bagian-bagian kapal yang sulit dijangkau secara langsung oleh penyelam.
Basarnas juga telah memiliki rancang bangun KM Virgo Transport 8. Informasi itu digunakan untuk menentukan akses yang kemungkinan dapat dimasuki kendaraan bawah air tersebut, termasuk lorong-lorong kecil di dalam badan kapal.
Hasil pemantauan menjadi panduan penyelam
Putu menjelaskan, pemantauan menggunakan ROV akan memberikan gambaran awal mengenai kondisi interior kapal. Data tersebut selanjutnya menjadi panduan bagi tim penyelam untuk menentukan akses serta area yang perlu disisir.
“ROV kita turunkan lebih awal, bisa menjangkau semua lorong-lorong kecil yang ada di kapal, karena rancang bangun kapal itu sudah kita dapatkan sehingga di mana akses-akses yang bisa dimasuki oleh ROV,” ujarnya.
Ia menambahkan, hasil pantauan kendaraan bawah air itu akan digunakan sebagai panduan awal sebelum penyelam masuk ke dalam kapal untuk melakukan proses evakuasi korban.
“Nah itulah yang akan kita manfaatkan ya sebagai guiding awal sebelum nanti tim penyelam berdasarkan hasil pantauan ROV itulah nanti tim penyelam akan melaksanakan proses evakuasi di dalam kapal ya,” tutur Putu.
Hingga kini, sebanyak 118 orang telah ditemukan dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8. Rinciannya, 108 orang dinyatakan selamat dan 10 orang meninggal dunia. Dengan demikian, masih terdapat 125 orang yang belum ditemukan.
KM Virgo Transport 8 berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 12 September 2026. Operasi pencarian korban yang masih berada di dalam kapal terus dilakukan dengan mengandalkan penyelam dan dukungan peralatan bawah air, termasuk ROV apabila kondisi laut memungkinkan.

