BMKG mencatat dua gempa bumi dengan kekuatan magnitudo di atas 5 mengguncang wilayah Indonesia pada Minggu pagi, 4 Oktober 2026. Kedua peristiwa tersebut terjadi di lokasi berbeda, yakni Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Aceh Jaya, Aceh, dalam selang waktu kurang dari satu jam.
Gempa M6,1 mengguncang Sumba Barat Daya
Gempa pertama terjadi di wilayah Sumba Barat Daya pada pukul 05:55:52 WIB. Berdasarkan data BMKG, gempa itu memiliki magnitudo 6,1 dengan episentrum di koordinat 9,70 Lintang Selatan dan 118,92 Bujur Timur.
Pusat gempa berada sekitar 14 kilometer barat daya Kodi, Sumba Barat Daya. Gempa tersebut tergolong dangkal dengan kedalaman 10 kilometer.
Meski memiliki kekuatan magnitudo 6,1, BMKG menyatakan gempa di Sumba Barat Daya tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Gempa ini juga menjadi yang lebih besar dibandingkan gempa kedua yang tercatat pada pagi yang sama.
Data gempa Aceh Jaya diperbarui
Sekitar 40 menit kemudian, gempa kembali tercatat di wilayah Aceh Jaya, Aceh. Informasi awal BMKG menyebut gempa terjadi pada pukul 06:37:31 WIB dengan magnitudo 5,9.
Pada data awal, episentrum gempa berada di koordinat 4,56 Lintang Utara dan 94,97 Bujur Timur, atau sekitar 68 kilometer barat daya Calang, Aceh Jaya. Kedalamannya tercatat 26 kilometer.
BMKG kemudian memperbarui informasi tersebut. Dalam pembaruan terbaru, magnitudo gempa tercatat menjadi 5,8. Lokasi episentrumnya juga berubah menjadi 4,54 Lintang Utara dan 95,01 Bujur Timur, sekitar 64 kilometer barat Calang.
BMKG menyatakan gempa di Aceh Jaya tidak berpotensi tsunami. Dengan demikian, dua gempa yang terjadi pada pagi itu sama-sama dinyatakan tidak memicu ancaman tsunami.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak tetap tenang dan mengikuti informasi terbaru melalui kanal resmi lembaga tersebut. Imbauan itu terutama berkaitan dengan kemungkinan gempa susulan maupun pembaruan data mengenai aktivitas seismik di masing-masing wilayah.

